Solid di Tengah Gejolak Global, BRI Catat Laba Bersih Rp15,5 Triliun di Q1-2026

1 May 2026 20:51

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menunjukkan resiliensi yang luar biasa di tengah eskalasi konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. Pada triwulan I-2026, bank yang berfokus pada ekonomi kerakyatan ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun, tumbuh 13,7% secara year-on-year (yoy).

Pertumbuhan positif ini tidak hanya terlihat dari sisi laba. Total aset BRI juga tercatat meningkat 7,2% (yoy) menjadi Rp2.250 triliun. Capaian ini mempertegas peran strategis BRI dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan produktif, dukungan terhadap program prioritas pemerintah, serta keberpihakan pada ekonomi kerakyatan.

Dalam pers conference kinerja keuangan BRI triwulan I-2026 yang berlangsung di Kantor Pusat BRI pada Kamis, 30 April 2026, Direktur Utama BRI, Hery Gurnardi, menjelaskan bahwa capaian positif ini merupakan bukti bahwa industri perbankan nasional, khususnya BRI, tetap berada dalam kondisi solid dengan likuiditas dan manajemen risiko yang terkendali meski di tengah dinamika global.

Hery menjelaskan sebagai bukti kinerja yang solid pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 10 April 2026 lalu, BRI menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp52,102 triliun atau setara dengan Rp346 per lembar saham. Keputusan ini didukung oleh pencapaian laba bersih secara grup sebesar Rp57,132 triliun.

Keberhasilan pada awal 2026 ini melanjutkan tren positif dari tahun buku sebelumnya. Sebagai informasi, pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 10 April 2026 lalu, BRI menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp52,102 triliun atau setara dengan Rp346 per lembar saham untuk tahun buku 2025. 

"Keputusan ini didasarkan pada kinerja keuangan BRI yang tetap solid dengan laba bersih konsolidasi triwulan IV-2025 yang mencapai Rp57,132 triliun," jelas Hery Gunardi seperti yang dikutip Newsline Bisnis pada Jumat, 1 Mei 2026.
 

Baca juga: UMKM Binaan BRI Tembus Pasar Global di FHA Singapura 2026, Perkuat Penetrasi Produk Lokal Go Internasional

Hingga akhir triwulan I-2026, penyaluran kredit dan pembiayaan BRI tumbuh sebesar 13,7% YoY menjadi Rp1.562 triliun. Dari total tersebut, segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap mendominasi sebagai pilar utama bisnis BRI dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun.

Menutup pemaparannya, Dirut BRI menegaskan ke depan BRI akan terus memperkuat komitmennya sebagai bank yang berfokus pada DNA ekonomi kerakyatan, dengan mendorong penguatan ekosistem UMKM guna mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. 

"Dengan pertumbuhan yang sehat dan kualitas aset yang terjaga, kami optimistis momentum ini akan terus berlanjut seiring dengan fokus BRI pada penguatan digitalisasi, manajemen risiko yang disiplin dan penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," tegas Hery.

"Ke depan, BRI akan terus mempertegas perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan dengan menjadikan UMKM sebagai pusat pertumbuhan," tutupnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)