Gempa NTT, Menko AHY: Pemerintah Prioritaskan Evakuasi dan Pemulihan Infrastruktur

19 August 2026 10:27

Jakarta: Pemerintah menyampaikan rasa duka yang mendalam atas seluruh korban yang timbul akibat bencana gempa magnitude 7,7 di Nusa Tenggara Timur. Penyelamatan warga dan evakuasi korban yang masih tertimbun atau hilang menjadi agenda utama yang harus segera diselesaikan.

"Tapi yang jelas terus kita kawal penanganan bencana alam di NTT. Kita pastikan bahwa evakuasi benar-benar bisa dituntaskan. Kita tentu sangat berduka atas saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana yang dahsyat di Nusa Tenggara Timur beberapa hari yang lalu," ujar Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Membuka Kawasan Terisolir dan Perbaikan Fasilitas Dasar


Untuk mendukung kelancaran proses evakuasi dan membuka akses jalan, pemanfaatan alat-alat berat kini terus dimaksimalkan ke berbagai titik parah bencana.

Kerusakan jalan dan jembatan menjadi tantangan besar dalam penyaluran bantuan logistik. Pemerintah menegaskan bahwa konektivitas antarwilayah harus segera tersambung kembali agar pasokan bantuan tidak tersumbat.

"Dari sisi infrastruktur kita juga harus memastikan agar konektivitas tidak terputus. Jangan sampai ada daerah atau kawasan yang terisolir. Kita harus dukung dengan alat-alat berat. Kita kerahkan semaksimal mungkin," tegas AHY. Selain akses jalan, pemulihan layanan publik dasar menjadi kebutuhan mendesak bagi warga di pengungsian. Pemerintah pusat kini bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memperbaiki jaringan listrik dan menyuplai air bersih.

"Kemudian kita juga memastikan agar infrastruktur dasar, untuk air bersih, untuk listrik, dan yang dibutuhkan oleh masyarakat sehari-hari bisa segera dibenahi dan diperbaiki. Karena jangan sampai ada masyarakat yang sangat terdampak lalu berlarut-larut. Saya rasa itu yang sedang kita kawal bersama pemerintah daerah," pungkas AHY.

Hingga saat ini, koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dipacu agar pemulihan pascabencana di NTT dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. (Metro TV/Heinrich Terra)

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X