Bela Iran, Warga India hingga Venezuela Kecam Israel-AS

5 March 2026 20:59

Massa partai dan kelompok masyarakat sipil di New Delhi, India, berunjuk rasa menentang serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Mereka menyatakan solidaritas kepada rakyat Iran dan menyebut serangan itu merupakan agresi imperialis.

Mereka menuduh AS dan Israel telah meningkatkan ketegangan di seluruh kawasan dan sekitarnya, dan sudah melanggar kedaulatan Iran. Massa juga mengkritik pemerintah India karena tidak mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk serangan itu.

"AS dan Israel telah melakukan serangan pengecut ini terhadap rakyat Iran, terhadap orang-orang yang tidak bersalah, anak-anak di sekolah. Kami memprotes ini. Perdana Menteri kami yang baru saja bertemu dengan Israel bersalaman dengan pembunuh. Namun pemerintah India belum mengeluarkan pernyataan resmi mengutuk serangan pengecut ini," ujar salah satu pengunjuk rasa, Aditi, dalam program Metro Siang Metro TV, Kamis, 5 Maret 2026.
 



Aksi mendukung Iran juga berlangsung di Baghdad, Irak. Para pengunjuk rasa berkumpul di sekitar Kedutaan Besar AS untuk menentang serangan yang dilakukan AS-Israel terhadap negara tetangganya. Demonstran mengibarkan bendera Hizbullah dan meneriakkan slogan anti Israel.

Venezuela juga tak mau ketinggalan. Massa pengunjuk rasa di Karakas bergerak menuju Kedutaan Besar Iran sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Iran. Protes ini terjadi ketika perang antara Israel, Iran, dan AS memasuki hari keempat. Selain mendukung Iran, aksi yang diikuti oleh para aktivis, tokoh agama, dan warga ini juga memberikan penghormatan kepada Iran.

"Kami hadir di sini untuk memberikan dukungan. Rakyat Venezuela, hati rakyat Venezuela ada bersama rakyat Iran. Kami tidak akan tinggal diam dan kami mendukung hak untuk membela diri secara sah dan perlawanan yang dimiliki rakyat Iran serta seluruh rakyat bebas di dunia," kata salah satu pengunjuk rasa Yoser.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)