Tolak Mojtaba Khamenei, Trump Ngotot Ikut Tentukan Pemimpin Iran

9 March 2026 19:59

Jakarta: Iran secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Keputusan tersebut ditentang oleh Presiden AS Donald Trump dan mengklaim bahwa dirinya memiliki tiga calon potensial untuk menggantikan pemimpin Iran.

"Dia terlihat seperti orang yang sangat baik. Tapi bagiku, tampaknya lebih baik seseorang yang sudah ada di sana, yang saat ini popular, jika memang ada orang seperti itu. Tetapi kita punya orang-orang seperti itu, kita punya orang-orang yang lebih moderat," ujar Trump, dikutip dari Zona Bisnis, Metro TV, Senin, 9 Maret 2026. 

Mojtaba Khamenei (56) dikenal sebagai tokoh berpengaruh di lingkungan kantor Pemimpin Tertinggi dan memiliki kredibilitas yang diperkuat melalui pengalaman di bidang militer dan agama. Terpilihnya Mojtaba sebagai Pemimpin Tertinggi Iran disambut baik oleh seluruh warga Iran. 
 

Baca Juga: Trump Klaim AS Berhasil Hancurkan Armada Laut dan Peluncur Rudal Iran

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menilai, ambisi Trump untuk ikut campur dalam pemilihan pemimpin Iran mencerminkan sikap kolonial, yang mengaku mendukung demokrasi, tapi justru menyingkirkan pemimpin negara lain

"Presiden Trump meminta perubahan dalam kepemimpinan Iran dan dia mengatakan harus memiliki suara dalam hal itu, sementara dia bahkan tidak bisa menunjuk Wali Kota New York. Dia ingin melihat demokrasi di dalam negerinya, tetapi dia ingin menggulingkan presiden Iran," ucap Saeed. 

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)