Ratusan Umat Buddha Ikuti Pindapata di Candi Mendut Jelang Waisak

30 May 2026 17:25

Ratusan umat Buddha dari berbagai daerah memadati kawasan Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah, untuk mengikuti prosesi Pindapata menjelang perayaan Hari Tri Suci Waisak. Tradisi ini menjadi momen bagi umat untuk memberikan persembahan makanan dan kebutuhan pokok kepada para Bhikkhu Sangha sebagai bentuk kebajikan dan penghormatan.

Lebih dari 20 Bhikkhu Sangha berjalan kaki membawa patra atau mangkuk persembahan di area Candi Mendut. Secara bergantian, umat menyerahkan berbagai persembahan mulai dari makanan pokok, buah-buahan, hingga minuman yang telah dipersiapkan khusus untuk kegiatan tersebut.

Pindapata di Candi Mendut telah menjadi bagian dari rangkaian perayaan Waisak selama dua tahun terakhir. Selain memenuhi kebutuhan para Bhikkhu, tradisi ini juga memberikan kesempatan kepada umat untuk berdana dan menanam kebajikan melalui pemberian yang tulus.

Ketua Dhammaduta Thailand untuk Indonesia, Y.M. Bhikkhu Wongsin Labhiko Mahathera, menjelaskan bahwa para Bhikkhu menjalani kehidupan yang bergantung pada kemurahan hati umat. Karena itu, Pindapata menjadi tradisi penting yang mempererat hubungan antara rohaniwan dan umat Buddha. 


"Acara ini biasanya menjadi kegiatan yang dilakukan secara kebiasaan para Bhikkhu dalam Agama Buddha. Karena mereka tidak mendapatkan melakukan perdagangan atau mencari nafkah secara hidup sendiri, hidup mereka tergantung dengan dermawan. Maka ini para Bhikkhu terima persembahan dana makanan, buah-buahan, dan sebagainya dari umat," ujarnya dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu 30 Mei 2026. 

Antusiasme peserta tahun ini terlihat dari banyaknya umat yang datang dari berbagai daerah, tidak hanya dari Magelang dan sekitarnya, tetapi juga dari Jakarta, Bandung, Jambi, Medan, hingga Semarang. Sebagian di antaranya bahkan menyiapkan persembahan dari rumah untuk dibagikan kepada para Bhikkhu Sangha.

Salah seorang peserta, Tara, mengaku suasana Pindapata di Candi Mendut menghadirkan pengalaman spiritual yang lebih khidmat. Menurutnya, pelaksanaan tradisi di kawasan cagar budaya tersebut memberikan nuansa yang berbeda dibandingkan kegiatan serupa di kota-kota besar.

"Kalau di sini tuh bedanya adalah kita Pindapata-nya langsung di Candi Mendut-nya gitu. Jadi untuk vibes dan juga rasanya itu lebih terasa khidmat dan ya bisa bersyukur aja bisa datang ke sini," ucapnya. 

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)