Jakarta: Di era digital saat ini, kebutuhan listrik terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi, industri, pusat data, hingga kecerdasan buatan (AI). Tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, listrik kini menjadi tulang punggung berbagai sektor ekonomi modern, mulai dari manufaktur hingga infrastruktur digital.
Sejumlah negara tercatat memiliki tingkat konsumsi listrik yang sangat tinggi dibandingkan negara lainnya. Faktor seperti jumlah penduduk, aktivitas industri, perkembangan teknologi, hingga kondisi geografis menjadi pendorong utama tingginya penggunaan energi listrik tersebut.
10 Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar di Dunia
Berikut daftar 10 negara dengan
konsumsi listrik terbesar di dunia berdasarkan data penelitian Ember.
1. Tiongkok – 10.573 TWh
Tiongkok menjadi negara dengan konsumsi listrik terbesar di dunia. Bahkan, penggunaan listrik negara ini mencapai sekitar sepertiga dari total konsumsi listrik global.
Tingginya
kebutuhan energi didorong oleh sektor manufaktur, kota-kota megapolitan, penggunaan pendingin udara, serta pertumbuhan kendaraan listrik yang masif.
2. Amerika Serikat – 4.536 TWh
Amerika Serikat menempati posisi kedua dengan konsumsi listrik mencapai 4.536 TWh.
Kebutuhan listrik terbesar berasal dari sektor perumahan, industri, pusat data, dan transportasi berbasis listrik. Sebagai salah satu pusat teknologi dunia, ekspansi data center juga menjadi faktor penting meningkatnya konsumsi energi di negara tersebut.
3. India – 2.083 TWh
Pertumbuhan penduduk yang besar, urbanisasi, serta perkembangan sektor pertanian dan industri membuat kebutuhan listrik India terus meningkat.
Di sisi lain, India juga menghadapi tantangan krisis energi akibat cuaca panas ekstrem yang meningkatkan permintaan listrik, terutama untuk kebutuhan pendingin ruangan.
4. Rusia – 1.176 TWh
Konsumsi listrik Rusia didorong oleh kebutuhan pemanas ruangan akibat iklim yang sangat dingin, serta aktivitas industri berat, pertambangan, dan sektor energi.
Wilayah Rusia yang sangat luas, membentang dari Eropa Timur hingga Asia Pasifik, turut memengaruhi kebutuhan energi nasional.
5. Jepang – 1.030 TWh
Sebagai negara dengan sektor industri dan teknologi yang maju, Jepang membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar.
Konsumsi listrik banyak digunakan untuk industri manufaktur, transportasi kereta listrik, sektor elektronik, otomotif, hingga kebutuhan pendingin ruangan di kawasan perkotaan yang padat.
6. Brasil – 762 TWh
Kebutuhan listrik Brasil ditopang oleh sektor perkotaan, industri, pertanian modern, pertambangan, dan transportasi.
Sebagai salah satu ekonomi terbesar di Amerika Selatan, aktivitas ekonomi yang terus berkembang turut mendorong peningkatan konsumsi energi listrik.
7. Kanada – 646 TWh
Meski memiliki jumlah penduduk yang relatif kecil, Kanada termasuk negara dengan konsumsi listrik tinggi.
Kebutuhan energi banyak digunakan untuk sistem pemanas, sektor manufaktur, pertambangan, serta industri ekstraktif yang menjadi salah satu penopang ekonomi negara tersebut.
8. Korea Selatan – 625 TWh
Korea Selatan memiliki konsumsi listrik yang besar berkat aktivitas industri dan kepadatan kawasan perkotaan.
Pemerintah setempat juga tengah mendorong transisi energi melalui peningkatan penggunaan energi terbarukan, kendaraan listrik, dan teknologi hidrogen guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
9. Jerman – 520 TWh
Sebagai salah satu negara industri terbesar di Eropa, Jerman memiliki kebutuhan listrik yang tinggi untuk sektor manufaktur dan industri.
Saat ini, negara tersebut tengah menjalani transisi energi dengan meningkatkan porsi energi terbarukan setelah menghentikan sebagian besar pembangkit listrik tenaga nuklir.
10. Prancis – 477 TWh
Prancis menutup daftar 10 besar negara dengan konsumsi listrik terbesar di dunia.
Kebutuhan energi negara ini berasal dari sektor industri, transportasi, rumah tangga, serta pembangkitan listrik. Prancis juga terus mendorong penggunaan energi bersih sebagai bagian dari target pengurangan penggunaan bahan bakar fosil hingga 2050.
Nah, tingginya konsumsi listrik di berbagai negara menunjukkan betapa pentingnya energi dalam menopang aktivitas ekonomi modern. Namun, di tengah meningkatnya kebutuhan tersebut, banyak negara kini mulai berupaya menyeimbangkan pertumbuhan konsumsi energi dengan pengembangan sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Odetta Aisha Amrullah)