Soroti Gaya Komunikasi Ceplas-Ceplos Purbaya, Pengamat Refleksikan Catatan untuk Menkeu Baru

15 September 2026 22:47

Jakarta: Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti gaya komunikasi Purbaya Yudhi Sadewa selama menjabat Menteri Keuangan. Menurut Adi, sejumlah pernyataan Purbaya yang disampaikan secara terbuka dinilai kurang kondusif dan dapat memengaruhi sentimen pasar.

"Ya, saya kira memang sesuatu yang tidak bisa dibantah bahwa salah satu indikasi kenapa banyak pihak sejak awal meminta supaya Pak Purbaya itu mundur atau dicopot oleh Presiden karena memang faktor komunikasi politiknya yang dinilai tidak terlampau baik-baik saja," ujar Adi dalam tayangan Primetime News Metro TV, Selasa 15 September 2026. 

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya terlihat saat Purbaya berselisih pendapat dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

"Saya kira bukan hanya dengan Pramono Anung, tapi dengan sejumlah kepala daerah memang Pak Purbaya itu kan ada indikasi ketegangan-ketegangan," kata Adi.

Adi juga menyinggung respons Asosiasi Pemerintah Kabupaten terkait pemangkasan dana daerah. Ia menilai komunikasi Menteri Keuangan dengan mitra kerja seharusnya mampu memberikan rasa aman dan menjaga suasana tetap kondusif.

"Menteri Keuangan itu mestinya memberikan rasa aman, statement-statement yang cukup kondusif terutama dengan mitra-mitra kerjanya," ujarnya.

Menurut Adi, gaya komunikasi Menteri Keuangan perlu menjadi perhatian karena setiap pernyataan yang muncul di media dapat berdampak pada sentimen pasar. Karena itu, ia meminta Menteri Keuangan tidak sembarangan memberikan pernyataan kepada publik.

"Kalau tidak penting-penting amat, jangan pernah memberikan statement dan pernyataan terhadap media karena apapun judulnya ini kan akan mempengaruhi bagaimana sentimen pasar," kata Adi.

Catatan tersebut kemudian menjadi refleksi bagi Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara. Adi berharap Suahasil lebih banyak bekerja dan menyampaikan pernyataan secara terukur.

"Saya berharap dari lubuk hati yang paling dalam, Menteri Keuangan yang baru kita ini, Pak Suahasil, itu ya lebih banyak bekerja, statement-statement-nya terukur," ujar Adi.


Adi menilai Suahasil tidak hanya menghadapi pekerjaan rumah dari sisi komunikasi. Ia juga harus meningkatkan daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan.

Kebijakan terhadap UMKM turut menjadi perhatian. Adi mengingatkan agar kebijakan perpajakan tidak justru menambah beban masyarakat dan pelaku usaha.

"Jangan sampai misalnya ada pajak yang dinilai terlampau memberatkan," katanya.

Menurut Adi, kebijakan pemerintah perlu dibuat ramah dan kondusif agar dapat meningkatkan produktivitas, terutama bagi kelas menengah dan UMKM.

"Hal-hal yang sifatnya komunikasi politik dan substantif inilah yang pastinya harus sudah mulai dilakukan oleh seorang Menteri Keuangan yang baru," ujar Adi.

Suahasil Nazara dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan untuk sisa masa jabatan 2024-2029 pada Senin, 14 September 2026. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X