Jakarta: Masih banyak orang tua yang memiliki pendapat berbeda soal pemberian gula dan garam pada makanan bayi. Sebagian menganggap makanan bayi terasa hambar tanpa tambahan bumbu, sementara lainnya memilih menghindari gula dan garam sama sekali.
Lalu, sebenarnya bolehkah bayi mengonsumsi gula dan garam?
Bayi di Bawah 1 Tahun Belum Dianjurkan Konsumsi Gula dan Garam Berlebih
Menurut
Alodokter, bayi berusia di bawah satu tahun sebenarnya belum disarankan mendapatkan tambahan
gula dan garam berlebihan dalam makanannya.
Hal ini karena kebutuhan natrium atau garam pada bayi umumnya sudah tercukupi dari ASI, susu formula, maupun bahan makanan alami yang dikonsumsi sehari-hari.
Selain itu, memperkenalkan rasa manis dan asin terlalu dini dikhawatirkan dapat membuat anak terbiasa menyukai makanan dengan rasa kuat saat tumbuh besar nanti.
Risiko Konsumsi Gula Berlebih pada Anak
Pemberian
gula berlebih pada anak dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Konsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan diketahui berkaitan dengan risiko obesitas, gigi berlubang, hingga diabetes di kemudian hari.
Karena itu, orang tua disarankan lebih memperhatikan kandungan gula pada makanan maupun camilan anak, terutama produk makanan kemasan.
Garam Berlebih Bisa Membebani Ginjal Anak
Tak hanya gula,
konsumsi garam berlebihan juga perlu diwaspadai. Ginjal anak, terutama bayi, masih dalam tahap perkembangan sehingga belum mampu bekerja seoptimal orang dewasa.
Jika terlalu banyak mengonsumsi garam, kondisi tersebut dapat membebani kerja ginjal anak.
Kapan Anak Boleh Konsumsi Gula dan Garam?
Meski demikian, bukan berarti anak sama sekali tidak boleh mengenal gula dan garam. Setelah usia satu tahun, anak sudah dapat dikenalkan dengan gula dan garam dalam jumlah kecil dan tetap terkontrol.
Orang tua juga perlu lebih cermat membaca kandungan nutrisi pada makanan kemasan anak karena beberapa produk mengandung kadar gula dan garam yang cukup tinggi.
Pentingnya Mengatur Pola Makan Anak Sejak Dini
Pemberian gula dan garam pada anak sebenarnya bukan hanya soal boleh atau tidak boleh, tetapi juga mengenai waktu pemberian dan jumlah konsumsinya.
Dengan mengenalkan pola makan sehat sejak dini, anak dapat terbiasa mengonsumsi makanan alami dan bernutrisi sehingga membantu menjaga kesehatannya di masa depan.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)