19 October 2023 16:01
Jakarta: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari mengatakan masyarakat harus tetap menjaga kelancaran pemilu. Namun, ia juga tidak menyangkal bahwa di setiap ada kompetisi pasti ada saja potensi konflik.
"Jadi yang namanya pemilu, pilkada adalah arena konflik yang dianggap sah dan legal untuk meraih kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan, sehingga yang namanya kompetisi, merebut suara, merebut kursi pasti konflik," kata Hasyim Asy'ari saat diwawancarai Metro TV di Gedung KPU, Kamis, 19 Oktober 2023.
Hasyim Asy'ari menyebut bahwa potensi konflik bisa dicegah bersama. Jika memang terjadi, Hasyim berharap konflik pemilu atau pilkada jangan sampai beredar luas dan berkembang di masyarakat.
"Menjadi komitmen kita bahwa konflik itu tidak sampai muncul ke permukaan atau jangan sampai menggunakan instrumen kekerasan. Baik kekerasan fisik maupun kekerasan verbal," ujarnya.
Ia memberi contoh pada Pemilu 2019, di mana kekerasan fisik dalam kontestasi pemilu tersebut hampir tidak ada. Tetapi, untuk kekerasan verbal masih dirasakan. "Tetapi pada Pemilu 2019 kekerasan verbal, saling menghina, fitnah, berita tidak benar, disinformasi itu cukup tahu dan dirasakan," jelasnya.
Hasyim berharap untuk selanjutnya pada Pilpres 2024 dan pilkada yang akan datang tidak ada instrumen kekerasan lagi dalam kontestasi ini.