NEWSTICKER

Duel Sengit JPU vs Pengacara Irfan Widyanto soal Penyitaan DVR CCTV

29 December 2022 17:01

Kuasa Hukum Irfan Widyanto, Henry Yosodiningrat, meminta JPU untuk memperlihatkan dua DVR CCTV yang disita dalam sidang lanjutan obstraction of justice, Kamis (29/12/2022). JPU menolak permintaan tersebut, lantaran menurut JPU dua barang bukti tersebut disita untuk kasus pembunuhan berencana, bukan perintangan penyidikan.

"Tolong diperlihatkan berita acara penyitaan barang bukti (DVR)," minta Henry kepada JPU di persidangan, Kamis (29/12/2022)

JPU enggan memperlihatkan dengan berdalih bahwa permintaan tersebut telah dilakukan saat sidang Chuck dan Baiquni sebelumnya. JPU menjelaskan, barang bukti tersebut telah disita untuk perkara pembunuhan

"Ada di BAP, sudah kami perlihatkan sebelumnya. Ini pertanyaannya diulang lagi," ujar JPU.

"Baru hari ini kami tanya, siapa yang pernah tanya?," tanya Hendy.

"Artinya tidak ada dalam BAP?," lanjut Hendy.

"Barang bukti disita dalam perkara 340 (Pembunuhan), kalau bapak sidang 340 silahkan ditanya," tegas JPU.

JPU juga menegaskan kepada Kuasa Hukum Irfan Widyanto bahwa barang bukti tidak dapat disita dua kali.