Jakarta: Pemerintah resmi menetapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta mendorong penerapannya di sektor swasta. Kebijakan ini diambil sebagai langkah penghematan bahan bakar di tengah meningkatnya tekanan akibat situasi geopolitik di Timur Tengah.
Di satu sisi, WFH memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi pekerja untuk menjalankan tugas dari rumah. Namun di sisi lain, sistem ini juga menghadirkan sejumlah tantangan, terutama dalam hal koordinasi kerja, efektivitas diskusi, serta komunikasi yang bersifat mendesak dibandingkan dengan sistem Work From Office (WFO).
Untuk mendukung kelancaran aktivitas kerja selama WFH, pemanfaatan teknologi menjadi hal yang penting. Sejumlah aplikasi digital dapat digunakan untuk membantu menjaga produktivitas sekaligus memastikan komunikasi dan kolaborasi tetap berjalan dengan baik.
Aplikasi Penunjang Kerja WFH
Berikut lima aplikasi penunjang kerja yang dapat digunakan untuk mempermudah aktivitas selama
kebijakan WFH.
1. Zoom
Zoom menjadi salah satu aplikasi konferensi video yang banyak digunakan sejak pandemi COVID-19, baik oleh institusi maupun individu. Pengoperasiannya pun relatif sederhana, pengguna hanya perlu memilih opsi
start meeting, lalu membagikan tautan, ID, atau kata sandi kepada peserta untuk bergabung dalam rapat.
Selain itu, Zoom dilengkapi berbagai fitur pendukung, seperti
screen sharing, kolom chat, sesi tanya jawab (
Q&A), hingga
breakout rooms yang memungkinkan peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk diskusi lebih terfokus dalam satu pertemuan yang sama.
2. Microsoft Teams
Microsoft Teams tidak hanya menyediakan layanan konferensi video dan chat, tetapi juga mendukung kolaborasi dalam pengolahan dokumen secara langsung antar pengguna dalam satu tim. Terintegrasi dengan ekosistem Microsoft 365, platform ini memungkinkan proses kerja menjadi lebih efisien dan terstruktur.
3. Google Meet
Sebagai bagian dari layanan Gmail, Google Meet dapat digunakan tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan. Platform ini menyediakan fitur konferensi video yang serupa dengan aplikasi lain, seperti screen sharing, chat, dan
Q&A. Selain itu, tersedia fitur
auto-captions yang mampu menampilkan teks percakapan secara real-time.
4. Slack
Slack menjadi alternatif komunikasi kerja yang lebih sederhana tanpa harus menggunakan konferensi video. Aplikasi ini memungkinkan komunikasi melalui pesan langsung (
direct message) maupun diskusi kelompok melalui fitur channel. Slack juga mendukung pengiriman berbagai jenis dokumen dan file.
5. Google Drive
Google Drive berfungsi sebagai layanan penyimpanan berbasis cloud yang memungkinkan pengguna menyimpan dan mengelola berbagai jenis file, mulai dari dokumen, presentasi, hingga video. Pengguna juga dapat berbagi akses folder secara bersama, dengan kapasitas penyimpanan gratis hingga 15 GB serta opsi tambahan berbayar.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Odetta Aisha Amrullah)