14 January 2026 22:40
Pemandangan hutan beton tiang monorel yang terbengkalai selama hampir 22 tahun di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, akhirnya mulai dibersihkan. Pemerintah Provinsi Jakarta resmi memulai pembongkaran ratusan tiang pancang proyek gagal tersebut, Rabu 14 Januari 2026.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, yang meninjau langsung proses eksekusi menargetkan pembongkaran ini rampung sepenuhnya pada September 2026.
“Ada 109 tiang monorel sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said, semuanya akan ditata rapi, dan saya meyakini ini akan membuat Jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau lokasi pembongkaran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Pramono mengungkapkan ada 109 tiang monorel yang dibongkar di kawasan Kuningan. Proyek ini menghabiskan anggaran hingga Rp254 juta.
Secara keseluruhan, anggaran untuk penataan kembali jalur hijau dan Jalan H.R. Rasuna Said pasca-pembongkaran diperkirakan mencapai Rp102 miliar.Hal itu mencakup perbaikan jalan, normalisasi saluran air, pembangunan trotoar, penataan taman, hingga pembaruan penerangan jalan umum (PJU).
Sebelum mengeksekusi pembongkaran aset mangkrak ini, Pramono mengaku telah berkonsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Langkah ini diambil untuk memastikan aspek legalitas aman dan tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.
Bang Yos Merasa Lega
Pembongkaran ini turut disaksikan oleh Mantan Gubernur Jakarta, Sutiyoso (Bang Yos), inisiator proyek monorel pada tahun 2004 silam. Bang Yos mengaku sangat lega karena beban moral melihat proyek yang terhenti itu akhirnya mendapat kepastian.
"Hari ini hati saya itu lega sekali dengan adanya kepastian yang dicanangkan oleh Pak Gubernur Pramono. Mudah-mudahan kalau saya lewat ini enggak sakit mata lagi," ungkap Bang Yos.
Bang Yos menuturkan, selama bertahun-tahun ia merasa sedih setiap kali melintasi kawasan Kuningan dan melihat tiang-tiang beton yang terpancang tanpa kelanjutan. Ia mengapresiasi keberanian Gubernur Pramono mengambil keputusan tegas demi tata kota yang lebih baik.