Pemerintah Dorong Lokalisasi Industri Otomotif Hadapi Persaingan Global

22 April 2026 15:03

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam mendorong program lokalisasi industri otomotif nasional. Langkah ini diambil guna memperkuat struktur industri dalam negeri dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional.

Dalam forum diskusi pengembangan industri otomotif yang digelar di Jakarta, Airlangga memberikan apresiasi terhadap komitmen investasi baru di sektor teknologi ramah lingkungan. Pemerintah mencatat adanya investasi pembangunan baterai hybrid senilai Rp1,3 triliun yang diproyeksikan akan memperkuat ekosistem industri baterai di dalam negeri.

Saat ini, industri otomotif Indonesia telah menunjukkan progres yang signifikan. Airlangga mengungkapkan bahwa beberapa produk otomotif nasional telah berhasil mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 80%.
 

Baca juga: Pemerintah Berkomitmen Perkuat Daya Saing Sektor Otomotif di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh pelaku industri tidak cepat berpuas diri. Persaingan industri otomotif global tidak pernah berhenti. Kedua negara pesaing utama seperti Tiongkok dan India, menuntut industri nasional untuk terus bergerak. Seluruh industri komponen, mulai dari tier 1 hingga tier 3, harus terus berinovasi untuk menghasilkan produk yang kompetitif.

Sebagai bagian dari strategi lokalisasi, pemerintah tengah menyiapkan pengembangan mobil nasional melalui Pindad di kawasan Karawang. Salah satu produk yang disiapkan adalah sedan listrik, dengan target peningkatan kapasitas produksi yang dilakukan secara bertahap.

Sejauh ini, industri otomotif telah menyerap lebih dari 100.000 tenaga kerja langsung dan melibatkan total 1,5 juta pekerja di dalam seluruh ekosistemnya, mulai dari produksi hingga layanan servis. Dengan penguatan lokalisasi dan integrasi teknologi baterai, Indonesia optimistis dapat memenangkan persaingan di pasar otomotif masa depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)