Pemerintah Berkomitmen Perkuat Daya Saing Sektor Otomotif di Tengah Tekanan Ekonomi Global

21 April 2026 17:04

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat daya saing sektor otomotif nasional di tengah tekanan global. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan apresiasi atas kontribusinya dalam menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Airlangga menilai industri otomotif nasional memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Terutama melalui penyerapan tenaga kerja dan penggerak rantai pasok industri. 

Sejauh ini, industri otomotif telah menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja langsung, serta melibatkan sekitar 1,5 juta pekerja di sepanjang rantai industri.  Walau begitu, industri otomotif dihadapkan pada berbagai tantangan global, termasuk ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi di sektor energi.

Untuk menjaga ketahanan dan daya saing, pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis salah satunya melalui perluasan pemanfaatan energi baru dan terbarukan. 



"Yang pertama tentu kita akan terus dorong domestik market domestik ekonomi tetapi kita melihat juga harga daripada otomotif juga relatif dengan persaingan yang ketat ya harga rata-ratanya juga turun jadi itu ada hal yang positif dari segi nilai ataupun harga. Penerimaan daerah yang tertinggi itu salah satunya dari sektor otomotif. Jadi mungkin nanti dari situ kita akan lihat ke depannya," kata Airlangga dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Selasa 21 April 2026.  

Program biodiesel 50 persen atau B50 ditargetkan mulai diimplementasikan. Pemerintah juga mendorong pengembangan bioetanol sebagai campuran bahan bakar dengan target penerapan E20 pada tahun 2028.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)