30 July 2026 19:52
Meski dikritik, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yakin sayembara tangkap begal dapat menurunkan angka kejahatan. Polisi memperingatkan tidak boleh ada aksi main hakim sendiri.
"Sayembara ini dilakukan itu justru untuk mencegah main hakim sendiri. Karena jauh sebelum ada sayembara, itu main hakim sendiri terjadi. Intinya adalah negara harus hadir dalam setiap peristiwa yang terjadi di masyarakat. Karena tugas negara melindungi masyarakat,” ujar Dedi dalam tayangan Primetime News Metro TV, Kamis, 30 Juli 2026.
Merespons sayembara tangkap begal ala Dedi Mulyadi, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto membolehkan masyarakat mengikuti sayembara tersebut. Namun, dilarang main hakim sendiri.
"Kami mengimbau tidak melakukan amuk massa atau main hakim sendiri. Ya, jelas. Karena kalau main hakim sendiri nanti tidak dapat hadiah sayembara dari Pak Gubernur. Karena Pak Gubernur menyediakan sayembara, tapi kalau korbannya sampai bonyok-bonyok apalagi sampai terjadi mohon maaf sampai meninggal dunia seperti di televisi, ya gimana hadiahnya mau diambil? Karena kita akan menghadapi masalah-masalah hukum baru lagi. Jelas kita tetap semua melawan kejahatan-kejahatan ini dengan cara yang tidak melanggar hukum,” ujar Pipit.
Namun, sayembara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat kritik dari sejumlah menteri salah satunya Menko Bidang Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra. Meski demikian, Dedi Mulyadi tetap mempertahankan sayembara tangkap begal tersebut.
"Pak Yusril, terima kasih Profesor Pak Menko atas berbagai gagasan, koreksi, dan mengingatkan saya agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Bahwa sayembara ini dilakukan itu justru untuk mencegah main hakim sendiri. Karena jauh sebelum ada sayembara, itu main hakim sendiri terjadi,” ungkap Dedi.