Sidrap Bidik Investasi Waste-to-Energy, Sampah dan Limbah Ayam Diolah Jadi Listrik

Metro TV • 30 July 2026 16:18

Jakarta: Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menjajaki pengembangan proyek pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) dengan memanfaatkan sampah dan limbah kotoran ayam sebagai sumber energi. Proyek tersebut digarap melalui penjajakan kerja sama dengan investor asal Kanada yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus mengatasi persoalan lingkungan.

Penjajakan investasi tersebut ditandai dengan kunjungan rombongan investor yang dipimpin Co-Founder sekaligus Chief Commercial Officer Portage Energy Group, Stephen Akpakwu, yang disambut langsung Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif.

Selain pembangkit listrik tenaga sampah (waste-to-energy) dan pembangkit listrik biogas berbahan baku kotoran ayam, kerja sama juga menjajaki pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) serta pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
 



Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan daerahnya memiliki posisi strategis untuk mengembangkan proyek waste-to-energy karena berada di tengah sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut memungkinkan adanya kerja sama antardaerah dalam memasok sampah sebagai bahan baku pembangkit listrik.

"Dari Amerika dan Kanada, ini Mr. Steven, Mr. Joy, Mr. Malik, dan Carlos melakukan kunjungan dalam rangka menjajaki kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, pembangunan Pembangkit Listrik Biogas menggunakan kotoran ayam, geothermal, dan PLTS. Empat target itu akan dilakukan upaya penjajakan potensi," ujar Syaharuddin.

Menurutnya, jika proyek pembangkit listrik tenaga sampah terealisasi, manfaatnya tidak hanya dirasakan Sidrap, tetapi juga daerah-daerah di sekitarnya.

"Karena Sidrap ini berada di tengah, maka tentu bisa nanti menjalin kerja sama dengan daerah tetangga seperti Parepare, Soppeng, Wajo, Barru, Enrekang, dan Pinrang. Kalau waste-to-energy ini jalan di Sidrap, maka akan mengurangi beban pemerintah daerah untuk mengubah sampah menjadi listrik," katanya.

Potensi Besar dari Limbah Peternakan

Selain sampah, Sidrap juga memiliki potensi besar dalam pengembangan pembangkit listrik biogas berbahan limbah peternakan ayam. Produksi kotoran ayam di daerah tersebut mencapai sekitar 700 ton per hari, jauh di atas kebutuhan awal proyek yang diperkirakan hanya sekitar 100 ton per hari.

"Untuk chicken waste atau biogas dari kotoran ayam akan dilakukan karena kebutuhannya hanya 100 ton per hari, sementara produksi kotoran ayam kita bisa sampai 700 ton per hari," ungkap Syaharuddin.

Pemerintah Kabupaten Sidrap menilai proyek tersebut tidak hanya berpotensi menambah pasokan energi listrik, tetapi juga membantu mengurangi limbah peternakan yang selama ini menjadi tantangan lingkungan sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru.
 

Sementara itu, pihak investor menargetkan fasilitas waste-to-energy di Sidrap mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah setiap hari. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah daerah akan mendorong kolaborasi dengan sejumlah kabupaten di sekitarnya.

Saat ini, rencana investasi masih berada pada tahap penjajakan. Tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan kajian teknis serta koordinasi bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Apabila terealisasi, proyek tersebut diharapkan menjadikan Sidrap sebagai salah satu pusat pengembangan energi hijau di Indonesia melalui pemanfaatan sampah dan limbah peternakan menjadi energi listrik yang ramah lingkungan.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X