RS Aeramo Nagekeo Berpindah-pindah Tenda Darurat Mengobati Warga Terdampak Gempa

27 August 2026 14:32

Pelayanan kesehatan di RS Aeramo dipastikan tetap berjalan meskipun harus berpindah ke tenda-tenda darurat. Kerusakan bangunan gedung akibat gempa yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu memaksa pihak rumah sakit mengalihkan ruang perawatan, demi keselamatan pasien dan tenaga medis.

Saat ini, wajah RS Aeramo didominasi oleh tenda-tenda putih milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Di tengah keterbatasan fasilitas dan cuaca panas wilayah Mbay, para tenaga kesehatan terus bekerja ekstra memenuhi kebutuhan medis masyarakat. Terutama bagi para korban gempa yang mengalami luka terbuka.

Guna mengantisipasi risiko infeksi pada korban bencana, Kemenkes telah menyalurkan bantuan berupa 200 ampul serum anti tetanus bermerek Bio Farma. Direktur RS Aeramo Chandra Wati, menjelaskan bahwa serum ini sangat krusial bagi pasien dengan luka kotor atau patah tulang terbuka akibat reruntuhan.

"Vaksin anti tetanus digunakan untuk pasien yang mengalami luka terbuka dan kotor yang berpotensi menimbulkan infeksi. Pada saat gempa, banyak pasien yang mengalami patah tulang terbuka, sehingga harus segera diberikan vaksin ini," ujar Chandrawati, dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis, 27 Agustus 2026. 
 


Selain obat-obatan, pemerintah pusat juga memberikan dukungan infrastruktur berupa alat kesehatan, 40 regulator oksigen, serta perangkat komunikasi Starlink. Keberadaan Starlink ini sangat penting agar koordinasi rumah sakit tidak terputus.

Tantangan fasilitas pendukung

Meski pelayanan tetap berjalan, pihak rumah sakit mengakui masih menghadapi tantangan besar. Penggunaan tenda sebagai ruang perawatan membuat suhu ruangan menjadi sangat tinggi akibat cuaca terik. Saat ini, RS Aeramo sangat membutuhkan pendingin udara (AC) portabel agar pasien lebih nyaman dan peralatan laboratorium tetap terjaga fungsinya.

Selain itu, kebutuhan akan perangkat mobile X-ray juga menjadi prioritas. Tanpa alat tersebut, petugas harus memindahkan pasien yang mengalami cedera tulang ke ruang radiologi gedung utama, yang memakan waktu dan tenaga lebih besar di tengah kondisi darurat.

Walau berada dalam situasi sulit, kehadiran tenaga medis di garis depan memberikan rasa aman bagi warga Nagekeo. RS Aeramo kini menjadi tumpuan harapan bagi masyarakat untuk pulih dan bangkit kembali setelah bencana.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X