24 July 2026 19:03
Pemotongan baja perdana FPSO North Hub Development Selat Makassar resmi menandai dimulainya salah satu proyek strategis nasional hulu migas di fasilitas fabrikasi SAIPEM, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Proyek yang dikembangkan Searah bersama Eni SpA dan Petronas ini akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pemotongan baja perdana pada Kamis, 23 Juli 2026 ini menandai dimulainya pembuatan topside module FPSO yang menjadi fase penting pengembangan North Hub Development Selat Makassar. Proyek senilai sekitar USD15 miliar ini mengintegrasikan pengembangan lapangan Geng North dan lapangan Gehem di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur.
Fabrikasi modul dikerjakan di Batam, Tanjung Balai Karimun, dan Bintan dengan total bobot 4.000 ton baja, serta diproyeksikan menyerap 8.000 tenaga kerja selama masa konstruksi. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyebut proyek ini ditargetkan mulai mengalirkan gas pada kuartal keempat tahun 2028 serta memberikan berbagai manfaat bagi negara.
Baca Juga :
“Manfaat lainnya adalah tentunya ketahanan energi kita akan semakin baik, pertumbuhan ekonominya meningkat, rakyat makin sejahtera. Selain itu, kita juga punya cadangan karena ini akan menghasilkan kondensat juga, tentunya akan mengurangi impor kita terutama untuk yang minyak. Untuk gas, alhamdulillah ini juga akan kita akan menggunakan ini nanti untuk CNG juga.” ujar Djoko dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat, 24 Juli 2026.
Proyek ini juga dinilai menjadi bukti kemampuan industri fabrikasi dalam negeri dalam menerapkan teknologi tinggi untuk pengembangan hulu migas berskala besar. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyambut positif pengembangan proyek ini karena diproyeksi menciptakan ribuan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan investasi di daerah.
"Maka dari itu, kami dengan Pak Bupati Tanjung Balai Karimun, kita akan mempersiapkan bagaimana investasi terkait dengan sumber daya manusia yang disesuaikan dengan kebutuhan daripada investasi tersebut. Investasi tinggi dan kami juga akan mempersiapkan manpower atau tenaga kerja yang tinggi juga. Kami mengadakan kegiatan setiap bulan pelatihan-pelatihan sesuai dengan kompetensi, sertifikasi, dan kebutuhan dari masing-masing investasi yang sangat luar biasa di provinsi,” ujar Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura.