Madinah: Berkunjung ke Kota Madinah tak lengkap tanpa menelusuri jejak sejarah para sahabat Nabi. Salah satunya di Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf yang menyuguhkan wisata religi, edukasi, hingga pengalaman memetik kurma langsung dari pohonnya.
Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf terletak di kawasan Awali, Hijam, Madinah. Kebun peninggalan sahabat nabi yang dijamin masuk surga ini berada di lokasi strategis, di antara Masjid Quba, Sumur Ghars, dan Bir Ihn, serta hanya berjarak sekitar 20 menit dari Masjid Nabawi.
Kebun seluas sepuluh hektare ini memiliki 550 pohon kurma. Sebanyak 350 puluh di antaranya merupakan kurma ajwa, sementara sisanya terdiri dari berbagai jenis, seperti sukari, rabiah, safawi, dan medjool. Saat ini pohon-pohon tersebut tengah berbuah dan siap dipanen.
Pengunjung dapat menikmati sensasi memetik kurma langsung dari pohon, termasuk mencoba kurma muda yang menjadi salah satu daya tarik kebun ini.
Pemilik kebun kurma Abdurrahman bin Auf yang juga masih keturunannya menerangkan, selain menawarkan sensasi kebun kurma disini juga menawarkan jejak sejarah Rasulullah yang menarik untuk dikunjungi khususnya para jemaah dari Indonesia.
Selain menikmati kebun kurma, pengunjung juga dapat menelusuri jejak hijrah Rasulullah. Di kawasan ini masih terdapat sumur Abdurrahman bin Auf yang berusia lebih dari seribu empat ratus tahun dan hingga kini sumber airnya tidak pernah kering.
Menurut pengelola, sumur tersebut digunakan Abdurrahman bin Auf untuk memberikan minum kepada Rasulullah dan para sahabat saat baru tiba di Madinah. Airnya hingga kini masih dimanfaatkan untuk mengairi kebun dan memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa diperjualbelikan.
Di lokasi ini juga masih berdiri maktab atau bangunan peninggalan Abdurrahman bin Auf yang digunakan untuk menjamu Rasulullah, serta tembok bersejarah yang masih terawat.
Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf menjadi salah satu destinasi favorit jemaah haji dan umrah dari berbagai negara. Selain menikmati wisata petik kurma, pengunjung juga dapat berbelanja beragam oleh-oleh khas Madinah, mulai dari aneka kurma, cokelat, kacang-kacangan, parfum, aksesori, hingga pakaian dan mainan anak.
Pengelola terus meningkatkan fasilitas dengan melakukan renovasi di sejumlah titik. Ke depan, akan disediakan kafe dengan menu khas indonesia agar jemaah dan wisatawan semakin nyaman saat berkunjung.