4 WNI Masih Disandera Perompak Somalia, Keluarga Minta Pertolongan Presiden

23 June 2026 00:54

Sebanyak empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal tanker minyak asing MT Ander 25 masih disandera oleh kelompok perompak di perairan Somalia. Pihak keluarga korban kini memohon perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar anggota keluarga mereka dapat segera dibebaskan dan dipulangkan ke tanah air.

Kondisi pilu para awak kapal tersebut terungkap melalui rekaman video amatir yang beredar luas di masyarakat. Dalam video itu, para sandera terlihat dikumpulkan di sebuah ruangan dengan pasokan air minum yang sudah keruh dan kotor.

Kapten kapal, Azhari Samadikun, yang merupakan warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengonfirmasi bahwa mereka telah disandera sejak 21 April lalu. Azhari menjelaskan bahwa persediaan logistik di atas kapal telah habis total, sehingga kru terpaksa mengonsumsi air kotor yang mulai memicu timbulnya berbagai penyakit.

Azhari memohon agar Pemerintah Indonesia segera turun tangan dan melakukan intervensi hukum terhadap korporasi tempat mereka bekerja agar bertanggung jawab atas keselamatan seluruh kru.

"Pihak pembajak tidak mau bernegosiasi dengan pihak ketiga, apalagi orang Somalia. Pihak pembajak hanya ingin bernegosiasi dengan pihak perusahaan yang ada di dokumen kapal kami. Dan kami minta tolong kepada pemerintah untuk mengintervensi perusahaan kami untuk mempertanggungjawabkan krunya di sini. Karena kami sangat kesulitan dalam menjalani hidup keseharian di sini. Sampai sekarang belum ada progres yang kami dapatkan," ujar Azhari Samadikun melalui rekaman video tersebut, dikutip dari tayangan Top News, Metro TV, Senin 22 Juni 2026.


Keluarga Hilang Kontak Selama Tiga Minggu

Kekhawatiran mendalam dirasakan oleh keluarga korban di tanah air, terutama setelah komunikasi dengan para sandera terputus sama sekali sejak tiga minggu terakhir. Ayah kandung Azhari, Syamsuddin Ngawing, mengaku sangat cemas memikirkan kondisi keselamatan anaknya di tengah situasi penyanderaan yang serba terbatas.

"Sudah kira-kira tiga minggu terakhir ini, jadi saya sama sekali tidak dapat lagi informasi. Karena di situlah rasa kekhawatiran saya dengan keadaan-keadaan anak saya karena memang sudah beritanya seperti itu," ungkap Syamsuddin Ngawing.

Melihat kondisi yang semakin kritis dan memprihatinkan, Syamsuddin mengetuk hati para pengambil kebijakan di tingkat pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto dan jajaran DPR RI, untuk segera mengambil langkah taktis penyelamatan.

"Saya berharap kepada Bapak Presiden sebagai kepala negara, anak saya adalah warga negara Indonesia yang keluar negeri untuk mencari nafkah. Saya minta tolong dalam kondisi begini supaya pemerintah, anggota dewan, tolong kasihan perhatikan anak saya. Perhatikan orang-orang yang ada yang mencari nafkah, orang-orang Indonesia yang ada empat orang di atas kapal. Kondisinya saat sekarang sudah sangat memprihatinkan. Sangat berharap kepada pemerintah Indonesia supaya secepatnya menangani keadaan anak saya yang ada di atas," ujarnya penuh harap.

(Sofia Zakiah)