Jakarta: Medcom.id menggelar Techpresso bertajuk 'Agentic AI: Are We Ready?' pada Kamis, 10 September 2026. Acara ini menghadirkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Tenaga Ahli Bidang Kecerdasan Artifisial dan Transformasi Digital BRIN Hammam Riza, serta Presiden Direktur PT ITSEC Asia Patrick Dannacher.
Diskusi membahas kesiapan Indonesia memasuki era agentic AI, termasuk bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan sekaligus diamankan seiring kemampuannya yang semakin berkembang dalam mengambil keputusan dan menjalankan tindakan secara mandiri.
Dalam diskusi tersebut, Patrick Dannacher mengatakan pengamanan agentic AI perlu dilakukan dengan membatasi akses yang dimiliki sistem. Menurutnya, agentic AI dapat dianalogikan seperti seorang karyawan yang juga diberikan akses ke sistem tertentu.
“Mereka juga akan memiliki akses ke sistem tertentu. Jadi, apakah Anda juga harus memperlakukannya seperti agentic AI?,” tanya Patrick.
Patrick menilai perusahaan perlu memastikan akses yang diberikan kepada agentic AI sesuai dengan kebutuhan tugasnya. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi potensi risiko apabila AI melakukan tindakan di luar tujuan yang telah ditetapkan.
“Perkecil akses yang dimilikinya dan pahami apa yang dilakukannya,” tambah Patrick.
Selain membatasi akses, Patrick menekankan pentingnya keterlibatan manusia dalam memantau proses kerja agentic AI. Menurut Patrick, pengawasan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan setiap tindakan yang dilakukan AI tetap berada dalam batas yang telah ditentukan.
Ia juga menilai pengamanan sebaiknya sudah dirancang sejak awal penerapan teknologi tersebut.
“Saya pikir jika Anda menerapkannya dengan aman sejak awal, ada peluang yang sangat besar untuk mengendalikan berbagai risiko yang mungkin muncul,” ujarnya.
Patrick kemudian menegaskan bahwa prinsip pengendalian akses pada agentic AI pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan pengelolaan akses bagi karyawan di sebuah perusahaan.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tetap dapat memanfaatkan kemampuan agentic AI tanpa memberikan akses berlebihan yang memungkinkan sistem mengambil tindakan di luar batas yang telah ditentukan.
(Titik Nurmalasari)