12 September 2026 17:46
Nagekeo: Bongkahan batu setinggi sekitar dua meter menutup badan Jalan Maunori-Nangaroro di sekitar Desa Mbaenuamuri, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini menyulitkan warga berkendara dan mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat di tujuh desa.
Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu 12 September 2026, bongkahan batu tersebut menutup akses warga yang hendak menuju kota kecamatan, Kabupaten Ende, maupun ibu kota Kabupaten Nagekeo. Kondisi jalan menjadi sulit dilalui setelah longsoran tebing di sisi jalan membawa batu besar hingga menutup badan jalan.
Longsoran terjadi saat gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus lalu. Hingga kini, akses tersebut masih terganggu akibat bongkahan batu yang berada di badan jalan.
Selain akses jalan, gempa juga menyebabkan sejumlah rumah warga di wilayah bagian selatan Nagekeo mengalami kerusakan parah. Warga di wilayah pesisir berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menangani kondisi tersebut.
Hal tersebut kian mendesak lantaran hujan mulai turun di wilayah tersebut. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko bagi korban gempa yang masih bertahan di tenda-tenda darurat.
Sementara itu, warga di lokasi terlihat berupaya melewati kawasan terdampak dengan berhati-hati.