Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas hingga Samudra Hindia

10 September 2026 15:30

Pandeglang: Tim SAR gabungan memperluas area pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal (ABK) yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan di Gunung Anak Krakatau. Area penyisiran kini diperluas hingga ke perairan Samudra Hindia. lantaran adanya dugaan kuat bahwa cuaca dan arah angin pada Senin malam lalu membawa rombongan terseret arus ke arah selatan. 

Dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Kamis 10 September 2026, alasan diperluas hingga ke Samudra Hindia lantaran adanya dugaan kuat bahwa cuaca dan arah angin pada Senin malam lalu membawa rombongan terseret arus ke arah selatan. Selain tim gabungan, upaya pencarian ini turut dibantu oleh para nelayan dari Pantai Carita maupun nelayan dari wilayah Lampung. 

Penyisiran juga diintensifkan pada sejumlah titik, antara lain kawasan Pulau Rakata, Pulau Legundi, Pulau Panaitan, serta pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau. 

Gubernur Banten Andra Soni juga telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, untuk mengoordinasikan bantuan penyisiran di wilayah perairan Lampung.

Untuk mengoptimalkan pemantauan dari udara, Basarnas menyiagakan satu unit helikopter. Sementara Tim SAR bersama masyarakat terus mengupayakan penyisiran di pesisir pulau-pulau terdekat, karena menduga para korban masih memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri atau bersembunyi di sekitar pulau tersebut. 

Kendati demikian, penyisiran kapal di sekitar Pulau Rakata dan Gunung Anak Krakatau menghadapi kendala keterbatasan akses akibat banyaknya terumbu karang yang membahayakan lambung kapal. 

Operasi pencarian di perairan Selat Sunda juga dihadapkan pada cuaca ekstrem yang berubah-ubah. Berdasarkan pembaruan informasi cuaca, lokasi pencarian dilanda gelombang tinggi setinggi 2 hingga 3 meter serta angin kencang berkecepatan 25 knot. Kondisi ini menyebabkan penyisiran oleh kapal-kapal kecil masyarakat hanya dapat dilakukan hingga pukul 17.00 WIB

Sementara itu, pencarian pada malam hari tetap dilanjutkan khusus menggunakan kapal-kapal besar dan KRI, mengingat potensi cuaca malam dapat memburuk dengan kecepatan angin hingga 30 knot dan gelombang melebihi 3 meter. 

Di Posko Tim SAR Gabungan Carita, pihak keluarga korban terus memantau perkembangan situasi dengan mendapat pendampingan psikologis dari Polda Banten.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X