Foto tangkap layar mengilustrasikan jarak navigasi dari Pantai Prigi menuju titik koordinat KM Sumber Sejati di Samudra Hindia. ANTARA/HO - Polairud Popoh
ABK Asal Bandung Hilang di Samudra Hindia
Silvana Febiari • 20 August 2026 23:50
Tulungagung: Seorang anak buah kapal (ABK) KM Sumber Sejati dilaporkan hilang di laut lepas. Lokasi terakhir korban berada di Samudra Hindia, sekitar 368 kilometer dari pantai.
Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Nanang Murdiyanto mengatakan ABK yang hilang bernama Fitra Fauzi Akbar, warga Desa Tenjolayah, Kecamatan Sicalangka, Kota Bandung, Jawa Barat. Fitra berangkat melaut menggunakan KM Sumber Sejati dari Jakarta.
“KM Sumber Sejati berangkat dari Pelabuhan Pangkalan Muara Baru Jakarta pada Rabu (1 Juli 2026) dan masuk ke perairan Pantai Popoh karena ada kerusakan mesin,” kata Nanang, dilansir dari Antara, Kamis, 20 Agustus 2026.
Setelah perbaikan kapal selesai, KM Sumber Sejati kembali melaut menuju Samudra Hindia dari Pantai Popoh sekitar pukul 18.00 WIB, Senin, 6 Juli 2026. Saat itu, kapal mengangkut 33 ABK.
Fitra terakhir kali diketahui berada di kapal sekitar pukul 00.00 WIB, Senin, 17 Agustus 2026. Saat itu, korban sempat bermain telepon seluler bersama rekannya sebelum masuk ke kamar untuk beristirahat.
“Informasi dari pengurus kapal, korban sempat bermain ponsel dengan temannya dan tidak lama kemudian masuk ke dalam kamar,” ujarnya.
Sekitar pukul 03.00 WIB, rekan korban mendatangi kamar untuk membangunkannya karena harus kembali bekerja. Namun, korban tidak ditemukan di kamar maupun di bagian lain kapal.
Nanang mengatakan titik terakhir korban dilaporkan hilang berada pada koordinat 11°59'47.00" LS dan 111°37'39.00" BT. Lokasi tersebut berjarak sekitar 198,83 mil laut atau 368,24 kilometer dari pantai.

Foto tangkap layar mengilustrasikan jarak navigasi dari Pantai Prigi menuju titik koordinat KM Sumber Sejati di Samudra Hindia. ANTARA/HO - Polairud Popoh
Polisi berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Pencarian secara langsung terkendala jarak lokasi kejadian yang cukup jauh dari daratan.
“Proses pencarian biasa tidak mungkin dilakukan karena lokasi korban hilang yang cukup jauh. Jadi, kami bersama Tim SAR Gabungan melakukan pemantauan kemungkinan ditemukannya korban,” ungkapnya.