Jakarta: Tidak hanya Iran, gelombang balasan ke pangkalan militer Amerika Serikat juga diluncurkan oleh poros perlawanan seperti Brigade Penjaga Darah di Irak dan Hizbullah di Lebanon.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan balasan besar-besaran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Serangan ini disebut sebagai respons atas serangan militer Amerika terhadap Iran sebelumnya. Berikut adalah sejumlah titik pangkalan militer AS yang menjadi target balasan atas serangan Amerika Serikat ke Iran:
Sedikitnya sebelas pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah menjadi target serangan drone dan rudal. Salah satu serangan dilaporkan terjadi di pangkalan udara Sheikh Isa di Bahrain. Sekitar 20 drone dan tiga rudal menghantam pangkalan tersebut. Gedung Komando Utama dilaporkan hancur, sementara tangki bahan bakar pesawat terbakar hebat dan memicu kepulan asap besar.
Serangan juga menargetkan Markas Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain yang merupakan pusat operasi Angkatan Laut AS di kawasan Teluk. Beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, sementara kebakaran juga terjadi pada kapal tanker di pelabuhan dekat pangkalan.
Di Al Udeid Air Base di Qatar, radar strategis AN/FPS-132 milik Amerika Serikat yang diperkirakan bernilai sekitar USD1,1 miliar hancur. IRGC menyebut penghancuran radar tersebut sebagai bagian dari operasi untuk melemahkan sistem pengawasan militer Amerika di kawasan.