Bukan Kebetulan! Ini Alasan Indonesia Jadi Wilayah Rawan Gempa

23 August 2026 11:09

Jakarta: Indonesia kembali diguncang sejumlah gempa bumi dalam beberapa waktu terakhir. Gempa tercatat terjadi di tiga wilayah, yaitu Laut Flores, Nusa Tenggara Timur; Simalungun, Sumatera Utara; dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan sebanyak 2.768 gempa bumi susulan terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur. Namun, di balik berbagai peristiwa tersebut, terdapat alasan mengapa Indonesia menjadi salah satu wilayah yang rentan terhadap gempa bumi. Salah satunya karena Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, yaitu wilayah yang dikenal sebagai salah satu kawasan paling aktif secara seismik dan vulkanik akibat pertemuan sejumlah lempeng tektonik dunia.
 

 

Apa Itu Ring of Fire?

Melansir dari situs Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), Ring of Fire merupakan kawasan di sekitar Samudra Pasifik yang menjadi tempat bertemunya sejumlah lempeng tektonik, termasuk Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Wilayah ini juga menjadi salah satu zona paling aktif secara seismik dan vulkanik di dunia.

Jalur yang Dilewati Ring of Fire

Ring of Fire tidak benar-benar berbentuk lingkaran, melainkan menyerupai tapal kuda dengan jalur yang mengelilingi Samudra Pasifik, termasuk Indonesia. Jalur ini membentang dari bagian selatan hingga utara Bumi dan melewati sejumlah wilayah sebagai berikut:
  • Benua Amerika
Wilayah pesisir barat Amerika Selatan seperti Chile dan Peru, Amerika Tengah, hingga pesisir barat Amerika Serikat dan Kanada.
  • Lingkar Utara
Wilayah Semenanjung Alaska dan Kepulauan Aleut.
  • Asia dan Oseania
Wilayah pesisir timur Rusia, Jepang, Filipina, Indonesia, Papua Nugini, dan Selandia Baru.

Peneliti Bidang Geologi dan Kebencanaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nuraini Rahma Hanifa, menyatakan terdapat 30 provinsi di Indonesia yang dilewati oleh Ring of Fire. Provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, Sumba, NTT, NTB, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
   

Proses Terbentuknya Ring of Fire

Ring of Fire terbentuk akibat pergerakan lempeng-lempeng tektonik di sekitar Samudra Pasifik. Permukaan Bumi terdiri dari lempeng tektonik yang terus bergerak secara perlahan.

Salah satu proses yang paling berperan dalam pembentukan Ring of Fire adalah subduksi. Proses ini terjadi ketika dua lempeng bertabrakan dan salah satu lempeng yang memiliki massa jenis lebih tinggi terdorong masuk ke bawah lempeng lainnya dan menuju mantel Bumi.

Ketika lempeng masuk semakin dalam, kondisi panas dan tekanan di dalam Bumi dapat memicu proses yang menghasilkan magma. Magma kemudian dapat bergerak naik melalui kerak Bumi dan memicu terbentuknya gunung api. Oleh karena itu, banyak gunung berapi di kawasan Ring of Fire terbentuk melalui proses subduksi.

Sementara itu, pergerakan dan tumbukan antarlempeng juga dapat menyebabkan tekanan besar di dalam kerak Bumi. Ketika tekanan tersebut dilepaskan secara tiba-tiba, terjadilah gempa bumi.

Nah, keberadaan Indonesia di kawasan Ring of Fire membuat aktivitas gempa dan vulkanik menjadi bagian dari kondisi geologi yang perlu diwaspadai. Memahami karakteristik wilayah ini menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Eunike Michelle Gultom)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X