23 October 2026 10:36
Tanjung Puting: TNI Angkatan Udara (TNI AU) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan operasi modifikasi cuaca di Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Operasi ini menggunakan sekitar 600 kilogram dry ice atau es kering sebagai bahan penyemaian awan.
Penyemaian dilakukan menggunakan pesawat Cassa 212 pada ketinggian sekitar 10 ribu kaki dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer.
“Hari ini kita melaksanakan operasi modifikasi cuaca dengan menggunakan bahan dry ice di area Tanjung Puting, karena memang sudah perintah dari pimpinan dan atasan untuk prioritas di sana,” ujar Pilot in Command Mayor Pnb Candra Ary dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat 23 Oktober 2026.
Dry ice atau karbon dioksida padat dapat memicu pembentukan kristal es di dalam awan apabila kondisi atmosfer mendukung. Proses tersebut diharapkan meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah sasaran untuk membantu membasahi lahan yang terdampak karhutla.
Operasi ini didukung enam armada pesawat, masing-masing tiga unit dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI AU. Pada Kamis, 22 Oktober, masing-masing unsur telah melaksanakan dua sorti penerbangan dengan rencana total 11 hingga 12 sorti.
Candra mengatakan, operasi modifikasi cuaca masih akan berlanjut karena belum ada batas waktu pelaksanaan yang ditetapkan.
“Untuk perintah sampai detik ini belum ada sampai kapannya, sehingga kita masih terus melaksanakan operasi ini sampai menunggu arahan dari pimpinan,” katanya.