International Grand Imams Conference 2026: Diplomasi Agama dan Peran Vital Perempuan Jadi Kunci Perdamaian Dunia

27 September 2026 23:06

Diplomasi agama memegang peranan krusial dalam meredam konflik antaretnis maupun antarumat beragama di era modern. Hal tersebut ditegaskan oleh delegasi asal Mesir, Dr. Asmaa El Zeiny, dalam ajang International Grand Imams Conference 2026 yang disiarkan pada program Metro Siang, Metro TV.

Menurut Dr. Asmaa, pada hakekat dasarnya, agama hadir sebagai sarana untuk menyatukan seluruh umat manusia tanpa memandang latar belakang budaya maupun tradisi. Namun, di era modern, agama kerap disalahartikan dan dipresentasikan secara keliru sehingga seolah-olah menjadi pemicu perselisihan dan peperangan.

"Pada dasarnya, agama adalah elemen yang menyatukan orang-orang, apa pun agamanya. Inti utama yang diajarkan semua agama, khususnya Islam, adalah bahwa kita semua adalah satu. Adalah tugas kita sebagai pemimpin agama dan pejabat untuk menjelaskan kepada generasi muda bahwa di dalam intinya, agama dan Islam bertujuan mengumpulkan seluruh umat manusia sebagai satu kesatuan," kata Dr. Asmaa El Zeiny, dikutip dari tayangan Metro Siang, Metro TV, Minggu, 27 September 2026.

Dr. Asmaa juga mendukung penegasan yang disampaikan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, dalam pidato pembukaannya bahwa nilai kemanusiaan harus ditempatkan di atas segalanya (humanity above everything).

 

Peran Vital Perempuan dalam Dakwah dan Masyarakat


Selain diplomasi agama, konferensi ini juga menyoroti peran strategis perempuan dalam dakwah Islam dan pembangunan masyarakat di era modern. Dr. Asmaa mengingatkan sejarah awal Islam, di mana sosok perempuan memainkan peran yang sangat sentral.

Ia meneladani sosok Sayyidah Khadijah RA sebagai manusia pertama yang beriman dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW. Hal ini membuktikan bahwa sejak awal sejarahnya, perempuan merupakan bagian tak terpisahkan dari pilar Islam.

"Perempuan adalah setengah dari masyarakat dan mereka bertanggung jawab untuk membesarkan setengah masyarakat lainnya. Mengabaikan peran perempuan sama saja dengan mengabaikan [keberlangsungan] masyarakat itu sendiri. Tidak ada seorang pun yang bisa hidup hanya dengan sebagian dari komunitasnya," tegas Dr. Asmaa.

Ia menekankan pentingnya memberikan pendidikan yang tepat bagi perempuan serta menampilkan peran historis ini kepada generasi muda maupun masyarakat luas. Keterlibatan aktif perempuan dinilai menjadi salah satu fokus utama konferensi untuk mewujudkan perdamaian dan harmonisasi global.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X