Memasuki dua tahun jalannya roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, elemen masyarakat sipil Laskar Trisakti 08 menyoroti pelaksanaan sejumlah program prioritas nasional. Salah satu fokus utama yang didorong untuk segera dibenahi adalah realisasi Program Tiga Juta Rumah agar dapat diakses lebih luas oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dorongan tersebut mengemuka dalam diskusi peringatan Hari Jadi ke-2 Laskar Trisakti 08 yang digelar di Jakarta Selatan pada Jumat, 16 Oktober 2026 malam. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum refleksi kritis terhadap pelaksanaan penjabaran program Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran.
Laskar Trisakti 08 menilai, implementasi program Asta Cita perlu terus dikawal ketat oleh publik agar berjalan optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat kelas menengah ke bawah.
Dewan Pengawas Laskar Trisakti 08, Timmy Rorimpandey, menyebutkan bahwa sektor UMKM memiliki peran sangat vital sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Oleh karena itu, sudah sepatutnya negara hadir memberikan dukungan, salah satunya melalui kemudahan akses terhadap fasilitas hunian yang layak.
"Kami dalam diskusi markas pada malam hari ini menyoroti secara khusus program pemenuhan kebutuhan perumahan untuk UMKM. Kami melihat masih ada koordinasi lintas sektoral yang perlu dibenahi, yakni antara kementerian yang mengurus UMKM, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), dengan pihak perbankan supaya para pengusaha UMKM ini bisa memperoleh perumahan yang layak," ujar Timmy dikutip dari
Headline Nes, Metro TV, Minggu 18 Oktober 2026.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya intervensi dan dukungan dari sektor perbankan untuk melonggarkan persyaratan dan memperluas akses pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi pelaku UMKM. Sinergi lintas sektoral ini dinilai diperlukan agar target ambisius Program Tiga Juta Rumah tidak hanya terbangun secara fisik, tetapi juga tepat sasaran.