20 October 2026 19:20
Tangerang: Kapal motor penumpang (KMP) Batu Mandi terbakar di perairan Selat Sunda saat sedang proses sandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Selasa sore, 20 Oktober 2026.
Diduga api berasal dari buritan bagian belakang kapal yang melayani rute Bakauheni-Merak. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Banten menerima laporan kejadian tersebut dari Vessel Traffic Service (VTS) pada pukul 16.24 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Banten, Al Amrad, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel Unit Siaga SAR Merak menuju lokasi kejadian perkara dan melakukan koordinasi dengan pihak setempat.
“Untuk info awal kami terima itu dari Vessel Traffic Service (VTS) pada pukul 16.24 WIB dan kami juga langsung menggerakkan dari teman-teman unit siaga SAR Merak menuju ke LKP dan melakukan koordinasi setempat,” kata Al Amrad dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa 20 Oktober 2026.
Pada pukul 17.00 WIB, tim SAR kembali mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dan menyiapkan satu unit kapal dari Kansar Banten yang diberangkatkan dari Bojonegara menuju lokasi kejadian.
Dalam proses evakuasi, sejumlah kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi turut membantu menyelamatkan penumpang sebelum tim SAR tiba. Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 184 orang telah dievakuasi.
“Sehingga hingga saat ini kami mendapatkan untuk pendataan sementara itu kurang lebih 184 sudah terevakuasi,” kata Al Amrad.
Para penumpang yang telah dievakuasi dikumpulkan di posko sementara di area ASDP, tepatnya di Dermaga Eksekutif, untuk didata. Jumlah tersebut masih bersifat sementara dan akan dicocokkan dengan data keberangkatan penumpang dari Bakauheni menuju Merak.
Tim SAR masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada penumpang yang terjun ke laut saat berusaha menyelamatkan diri. Al Amrad mengatakan, proses evakuasi dan pemadaman masih berlangsung secara bersamaan.
Petugas juga menjaga jarak aman dari kapal karena kondisi kapal masih mengeluarkan asap dan terdapat laporan suara letupan.
Tim SAR belum dapat memastikan apakah kapal mengalami kebocoran atau kemasukan air karena belum melakukan pemeriksaan langsung ke bagian dalam kapal.
Al Amrad menjelaskan, operasi SAR akan terus dilakukan hingga dipastikan tidak ada lagi korban yang membutuhkan evakuasi. Setelah itu, operasi dapat dihentikan sementara dengan tetap melanjutkan proses pendinginan kapal dan koordinasi bersama instansi terkait.