Tekan Risiko Banjir, Pemprov DKI Optimalkan Saringan Sampah TB Simatupang

7 October 2026 13:43

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan operasional Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS). Fasilitas ini dirancang untuk menyaring sampah padat dari aliran Sungai Ciliwung sebelum masuk ke pusat kota, guna mengurangi polusi sekaligus menekan risiko banjir yang kerap melanda Jakarta.

Sejak tahun 2023 hingga 12 September 2026, SSTBS tercatat telah berhasil menyaring sebanyak 17.920 ton sampah dari aliran Sungai Ciliwung. Sampah-sampah yang terjaring tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir, melainkan diolah secara mandiri di lokasi tersebut.

Proses pengolahan di SSTBS dilakukan secara sistematis. Awalnya, sampah mentah dihancurkan menggunakan mesin penghancur (crusher). Setelah hancur, tim pemilah akan memisahkan jenis sampah berdasarkan kategorinya, seperti logam, plastik, dan residu lainnya.

Hasil dari proses pemilahan ini menghasilkan dua produk utama, pupuk kompos, yakni sampah organik diolah menjadi kompos yang kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat dan Refuse Derived Fuel (RDF); sampah non-organik yang diolah menjadi bahan baku energi yang dapat digunakan untuk kebutuhan industri.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa keberadaan fasilitas ini sangat krusial dalam mengubah pola penanganan sampah di Jakarta.

"Udah hampir 30 persen sampah bisa diambil, diolah di sini. Sebagian untuk menjadi organik, dan sebagian residu, sebagian lagi dipressing untuk kebutuhan beberapa industri yang ada di sekitaran sini. Sehingga dengan demikian penanganan sampah tidak lagi secara parsial, tetapi secara lebih holistik dan terencana," ujar Pramono saat meninjau lokasi, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu 7 Oktober 2026. 

Pramono meyakini bahwa jika proyek-proyek strategis seperti RDF Rorotan, RDF Bantar Gebang, serta Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS3R) berjalan optimal, beban sampah di pintu air Manggarai akan berkurang drastis.

Sebagai langkah keberlanjutan, Pemprov DKI Jakarta berencana membangun fasilitas saringan sampah serupa di 11 sungai lainnya yang melintasi Jakarta. Lokasi-lokasi tersebut meliputi; Kali Sunter, Cipinang, Jati Kramat, Baru Timur, Baru Barat, Angke, Grogol, Krukut, Buaran, Kali Malang, dan Cakung.

Melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan ini, pemerintah berharap kualitas lingkungan di Jakarta dapat meningkat secara signifikan dan persoalan banjir akibat sumbatan sampah dapat teratasi secara jangka panjang.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X