Whisnu Mardiansyah • 27 September 2026 15:12
Gwangju: Di tengah Kota Gwangju, Korea Selatan, terdapat sebuah kompleks kebudayaan yang menyatukan seni, sejarah, penelitian, pendidikan, teknologi, hingga pertukaran budaya Asia dalam satu kawasan. Tempat tersebut adalah Asia Culture Center (ACC).
ACC bukan sekadar ruang pertunjukan atau galeri. Kompleks ini dirancang sebagai pusat kreasi, penelitian, produksi, pertukaran, sekaligus penyebarluasan kebudayaan Asia.
Kehadiran ACC juga berkaitan erat dengan sejarah Gwangju, khususnya Gerakan Demokratisasi 18 Mei 1980. Kawasan ACC dibangun di area bekas Kantor Provinsi Jeollanam-do yang menjadi salah satu lokasi penting dalam peristiwa tersebut.
Salah satu hal yang menarik dari ACC adalah konsep arsitekturnya yang dikenal sebagai Forest of Light. Sebagian besar fasilitas utama justru ditempatkan di bawah tanah, sementara bagian atasnya digunakan sebagai taman, plaza, dan ruang terbuka publik.
Konsep tersebut dibuat untuk tetap mempertahankan bangunan bersejarah di kawasan ACC. Cahaya alami juga menjadi bagian penting dari desain karena sejumlah bukaan di taman memungkinkan sinar matahari masuk ke ruang bawah tanah. Dengan begitu, taman, ruang publik, bangunan bersejarah, dan fasilitas kebudayaan dibuat saling terhubung dalam satu kawasan.
Saat ini, ACC memiliki lima ruang utama dengan fungsi yang berbeda:
Kelima fasilitas tersebut membuat aktivitas di ACC tidak berhenti pada menikmati karya. Proses penelitian, penciptaan, produksi, hingga pertunjukan dan interaksi dengan publik dapat berlangsung dalam satu ekosistem.
Nah, Teman MTVN Lens, Asia Culture Center menunjukkan bagaimana sebuah pusat kebudayaan dapat menggabungkan sejarah dengan seni, teknologi, pendidikan, dan pertukaran budaya. Dari Gwangju, ruang ini sekaligus menjadi salah satu upaya Korea Selatan untuk memperkuat hubungan kebudayaan dengan Asia dan dunia.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Eunike Michelle Gultom)