PVMBG Tetapkan Radius Bahaya Gunung Sinabung hingga 6 Km

2 September 2026 15:41

Jakarta: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan radius bahaya Gunung Sinabung sejauh 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung dan radius 6 kilometer secara sektoral ke arah timur-selatan.

Tim Tanggap Darurat PVMBG Sinabung, Christianto, mengatakan rekomendasi tersebut dikeluarkan sebagai langkah kesiapsiagaan masyarakat menghadapi perkembangan aktivitas gunung api yang berstatus Siaga atau Level III

"Kami juga sudah membuat rekomendasi, dari rekomendasi ini untuk menyiapsiagakan masyarakat sebetulnya, yaitu dengan radius tadi, radius 6 kilometer sektoral itu ke arah timur-selatan dan radius 3 kilometer dari puncak," ujar Christianto dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa 2 September 2026.

Aktivitas Sinabung masih terus dipantau karena peningkatan yang terjadi pada September 2026 masih berada pada tahap awal.

"Ini kan baru awal, awal dari peningkatan di bulan September ini. Jadi ini perlu kami terus pantau dulu dari progres daripada data baik secara visual maupun instrumental. Dari data-data tersebut mungkin nanti kita akan bisa melihat apakah ini aktivitasnya akan semakin tinggi atau seperti apa," ujar Christianto.

Menurut Christianto, masyarakat sekitar sudah memahami rekomendasi tersebut karena Sinabung telah mengalami rangkaian erupsi sejak 2010 hingga 2019.

"Masyarakat sebetulnya sudah paham dengan rekomendasi yang kita sampaikan," katanya.

Ia menjelaskan perubahan radius bahaya juga sudah dipahami masyarakat, terutama wilayah yang perlu diwaspadai.

"Pengembangan atau pengecilan radius ini sangat dipahami, terutama daerah-daerah mana yang perlu diwaspadai," ujarnya.

Untuk memantau aktivitas gunung, PVMBG menggunakan lebih dari empat stasiun seismik serta alat pemantauan deformasi berupa GPS, tiltmeter, dan EDM.

"Ini terus kita lakukan setiap hari dan itu ada yang sifatnya real-time maupun temporer," kata Christianto.

PVMBG belum dapat memastikan kapan aktivitas Sinabung akan menurun. Perkembangan aktivitas gunung terus dipantau berdasarkan data visual dan instrumental, termasuk kegempaan serta deformasi untuk melihat pergerakan magma.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X