Update Gunung Sinabung: Erupsi Embusan Masih Terjadi

Kolom erupsi Gunung Sinabung teramati mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak pada Senin, 31 Agustus 2026. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Karo.

Update Gunung Sinabung: Erupsi Embusan Masih Terjadi

Lukman Diah Sari • 2 September 2026 14:42

Jakarta: Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, masih menunjukka aktivitas vulkanik signifikan pascaerupsi pada Senin, 31 Agustus 2026. Tim Tanggap Darurat PVMBG Sinabung, Kristianto mengungkap saat ini belum terpantau aktivitas guguran vulkanis.

"Kalau erupsi masih, salah satunya bentuk erupsi embusan asap berwarna kelabu tersebut. Namun kalau guguran belum, guguran material vulkanik belum terpantau," jelas Kristianto dalam Breaking News Metro TV, Rabu, 2 September 2026.

Ia menjelaskan, hembusan asap berwarna kelabu itu terpantau masih terjadi secara intensif dan terus dipantau melalui empat unit kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar kawasan gunung. Sementara itu, sebaran kolom abu vulkanik sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin di lokasi.

"Kalau kita pantau dari pos pengamatan Gunung Sinabung di Simpang Empat, ini arahnya berubah-ubah. Tadi pagi lebih banyak mengarah ke timur dan utara, dan kemungkinan ini beralih ke barat," ungkap dia.


(tangkapan layar) 

Terkait dampak langsung terhadap pemukiman warga, Kristianto menyebutkan bahwa dampaknya belum signifikan. Abu vulkanik baru terpantau turun secara tipis di beberapa titik di sekitar pos pengamatan.

Kendati demikian, pihak PVMBG tetap meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi ancaman bahaya berdasarkan sejarah erupsi sebelumnya.

"Potensi dari sejarah erupsi yang terjadi dari 2010 maupun 2013 dan terus maraton sampai 2014 dan selanjutnya, ini perlu kita lihat. Sinabung ini memang aktivitasnya cukup lama ya, dan potensi yang paling besar adalah awan panas guguran yang jarak luncurnya bisa cukup lama. Dan ini juga kita tuangkan di dalam rekomendasi kita," tegas Kristianto.

Perihal dampak abu vulkanik yang sempat memicu gangguan penerbangan hingga penutupan operasional di Bandara Internasional Kualanamu, ia menjelaskan bahwa jangkauan sebaran abu memang terpantau cukup luas berdasarkan citra satelit. Sehingga, kata dia, pihak otoritas bandara mengambil langkah antisipasi keselamatan penerbangan.

"Kepada masyarakat sampai saat ini agar tetap tenang, tidak mendengarkan isu-isu yang berbau hoaks, dan tetap mengikuti arahan dari instansi terkait yang memang menangani aktivitas Gunung Sinabung ini, serta tetap mengikuti arahan agar tidak masuk ke dalam radius rekomendasi tersebut, yaitu 3 kilometer dan 6 kilometer ke arah timur-selatan," jelas dia.

(Lukman Diah Sari)