Bank Jateng bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menggandeng ratusan investor dalam dan luar negeri dalam sebuah acara Business Dinner yang dihadiri sekitar 100 pelaku badan usaha dari Jepang, Korea, Cina, dan India. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperkenalkan Bank Jateng sebagai bank milik pemerintah daerah yang siap berkolaborasi dan menyediakan layanan transaksi keuangan internasional.
Bank Jateng merupakan bank devisa yang mampu melayani transaksi berbagai mata uang asing seperti dolar Amerika, Rial, Ringgit hingga Won Korea. Melalui acara ini Bank Jateng siap berkolaborasi dan menyediakan layanan transaksi keuangan internasional.
Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko menegaskan usai pertemuan ini pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan membuat perjanjian atau appointment bersama para direktur keuangan perusahaan. Layanan keuangan akan dibuat secara customize atau menyesuaikan kebutuhan tiap-tiap perusahaan swasta.
“Tentunya kami perlu menyampaikan bahwa Bank Jateng ini miliknya kepala daerah, baik kabupaten, kota, maupun provinsi Jawa Tengah.” kata Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko, dikutip dari tayangan Metro Siang, Metro TV, Jumat, 3 Juli 2026.
Sinergi ini diharapkan dapat menahan sirkulasi keuangan lebih lama di Jawa Tengah sehingga tidak lagi terhimpun di luar Jawa. Dengan semakin banyaknya sirkulasi uang di daerah, maka
pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih baik. Untuk mendongkrak investasi, Bank Jateng siap menjadi pelengkap kebutuhan investor atas layanan transaksi keuangan yang terpercaya sejajar dengan kemudahan perizinan dan jaminan keamanan dari pemerintah daerah.
“Karena kami pikir ini adalah media yang sangat efektif untuk menyampaikan dan memperkenalkan Bank Jateng di mana Bank Jateng sebagai banknya pemerintah daerah siap untuk berkolaborasi dan siap untuk memberikan layanan transaksi keuangan termasuk untuk kebutuhan transaksi internasional karena ternyata banyak juga yang baru tahu bahwa Bank Jateng itu bank devisa.” ucapnya.
Komitmen ini sejalan dengan target besar Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang ingin meningkatkan daya saing wilayahnya agar mampu memenangi persaingan investasi dengan Vietnam. Gubernur menegaskan pelibatan Bank Jateng sangat strategis karena sahamnya dimiliki oleh para bupati dan wali kota di Jawa Tengah. Jika investasi menggunakan bank daerah maka akan tercipta pusat pertumbuhan ekonomi baru yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jawa Tengah.
“Saya sebagai gubernur mengucapkan terima kasih bahwa di saat geopolitik, keterbatasan fiskal kita mampu untuk melakukan komunikasi dengan teman-teman para investor di tempat kita sehingga Jawa Tengah menjadi tujuan-tujuan daripada investasi. Artinya bahwa Jawa Tengah harus menjadi provinsi sebagai kawasan untuk mengembangkan investasi di wilayah kita.” ucap Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Sejauh ini Bank Jateng telah mendukung jutaan pelaku usaha di berbagai segmen. Bank Jateng juga menjadi salah satu BPD penyalur Kredit Usaha Rakyat (
KUR) terbesar dengan total akumulasi penyaluran mencapai Rp29,7 triliun sejak tahun 2013. Khususnya pada tahun 2026 ini kuota KUR yang disiapkan mencapai Rp7 triliun.