Jakarta: Lintasan lari kini tidak lagi sekadar tempat mencari keringat, melainkan telah bertransformasi menjadi panggung busana bagi para pegiat olahraga. Fenomena yang dikenal dengan istilah 'pelari kalcer' tengah viral di media sosial, di mana para pelari mengombinasikan hobi olahraga dengan penampilan yang modis dan penuh gaya.
Istilah 'kalcer' sendiri merupakan serapan dari kata culture yang dalam konteks ini berarti keren atau kekinian. Pelari kalcer diidentikkan dengan mereka yang gemar berlari namun sangat memperhatikan detail penampilan dari ujung kepala hingga ujung kaki agar terlihat menonjol dan mengikuti tren budaya yang sedang hits.
Salah satu ciri utama dari tren ini terlihat pada penggunaan pakaian atau
outfit yang khas. Para pelari umumnya mengenakan atasan berbahan dri-FIT (kain serat sintetis yang cepat menyerap keringat) dengan motif unik dan warna-warna mencolok.
Penampilan mereka semakin lengkap dengan penggunaan
running vest (rompi khusus lari) untuk menyimpan botol air dan gawai, serta aksesori pelengkap seperti kacamata hitam, kaos kaki bermotif, hingga bandana.
Tak hanya soal pakaian, penggunaan teknologi dan perlengkapan mahal menjadi bagian penting dari identitas ini. Para pelari kalcer biasanya menggunakan gawai terbaru seperti
smartwatch dan
True Wireless Stereo (TWS) jenis
bone conduction untuk mendengarkan musik tanpa menutup telinga.
Di bagian kaki, mereka cenderung memilih sepatu dengan teknologi
carbon plate (pelat karbon dalam sol sepatu untuk meningkatkan daya dorong) yang sedang menjadi tren di kalangan pelari profesional maupun pemula.
Sebarkan semangat olahraga
Pakar gaya hidup menilai fenomena ini bukan sekadar pamer kemewahan, melainkan cara seru untuk menyebarkan semangat berolahraga di kalangan generasi muda.
Dengan tampil
stylish, olahraga lari terasa lebih menyenangkan dan meningkatkan kepercayaan diri saat berinteraksi di ruang publik atau media sosial.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap mengutamakan fungsi di atas gaya. Pemilihan sepatu, misalnya, harus tetap disesuaikan dengan kebutuhan jenis lari seperti easy run atau lari santai agar terhindar dari risiko cedera, bukan semata-mata karena mengikuti tren yang sedang viral di platform digital.
Saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)