Indonesia Bersiap Hadapi Era Agentic AI, Teknologi Makin Cerdas dan Mandiri

11 September 2026 18:52

Jakarta: Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) kini memasuki era baru dengan hadirnya Agentic AI yang mampu merencanakan, mengambil keputusan, hingga menjalankan sejumlah tugas secara lebih mandiri. Kondisi ini memunculkan tantangan baru, mulai dari regulasi, infrastruktur, hingga keamanan data.

Perkembangan tersebut menjadi pembahasan dalam panel diskusi Techpreso bertajuk "Agentic AI, Are We Ready?" yang digelar Medcom.id di Grand Studio Metro TV Kedoya, Jakarta Barat, pada 10 September 2026. Forum tersebut membahas kesiapan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi Agentic AI sekaligus membangun ekosistem AI nasional.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan Indonesia telah memiliki sejumlah fondasi untuk mengembangkan teknologi AI. Namun, perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga dan menggunakan data pribadi.

"Kalo data pribadi menurut saya harus aware, tidak semua data pribadi kita bisa dishare ke platform-platform, khususnya AI. Lihat dulu ada nggak condition-nya, terus awan-awan itu betul-betul dijaga atau tidak, karena kalau nggak dia akan bisa bocor kemana-mana," kata Nezar dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat 11 September 2026. 

Menurut Nezar, masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum membagikan data pribadi ke platform AI. Ia menilai penggunaan data pribadi sebaiknya dilakukan atas dasar persetujuan dan dengan memperhatikan tanggung jawab terhadap keamanan data.

"Jadi ini butuh kesadaran publik juga, butuh tidak sembarangan sharing data-data pribadi yang dimiliki. Kecuali atas persetujuan, karena dia percaya ya itu menjadi tanggung jawabnya," ujarnya.

Dari sisi keamanan, CEO ITSEC Asia Patrick Dannacher menilai penerapan Agentic AI membutuhkan batasan akses yang jelas. Pengguna perlu memahami aktivitas yang dilakukan AI serta memastikan adanya pengawasan manusia dalam setiap proses yang diperlukan.

"Jika Anda mengerti bagaimana AI agentik itu berfungsi, maka Anda bisa mulai menciptakan batasan mengenai AI agentik," ujar Patrick.

Patrick menjelaskan, pembatasan akses menjadi salah satu langkah penting dalam penerapan Agentic AI. Menurut dia, akses yang tidak diperlukan harus diminimalkan agar sistem tidak memiliki kewenangan berlebihan terhadap data maupun sistem tertentu.

"Pertama, Anda meminimalkan akses yang tidak seharusnya Anda miliki. Anda perlu memahami operasi yang dilakukan," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan manusia dan sistem audit untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan AI, termasuk kapan dan bagaimana aktivitas tersebut berlangsung.

"Jadi, meminimalkan akses yang terdapat, memahami apa yang dilakukan, menjaga manusia untuk mengontrol setiap langkah yang diperlukan, dan memiliki audit yang bisa diterima, untuk memahami apa yang dilakukan, bila, dan bagaimana," ujar Patrick.

Penguatan riset, talenta digital, infrastruktur, serta kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan industri dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem AI nasional.

Di sisi lain, peluang pengembangan Agentic AI perlu diikuti kesiapan regulasi, infrastruktur, talenta, dan sistem keamanan. Kesiapan tersebut menjadi bagian penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga mampu berperan dalam ekosistem AI global.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X