11 September 2026 16:46
Pandeglang: Temuan satu life jacket berwarna oranye dan satu pelampung putih dipastikan bukan bagian dari peralatan keselamatan Kapal Arupadhatu 1. Kapal tersebut yang membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak, saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau
Penyelidikan dan BAP resmi yang dilakukan bersama pemilik kapal, Sandi, memastikan kapal Arupadatu 1 tidak menggunakan perlengkapan keselamatan dengan jenis tersebut. Hal ini juga diperkuat setelah tim mencocokkan barang temuan dengan dokumentasi video dan foto kapal Arupadatu 1 maupun Arupadatu 2.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan (pelampung) bukan merupakan milik Kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan. Life jacket warna oranye dan pelampung warna putih bukan alat-alat keselamatan yang dimiliki oleh kapal Arupadhatu," kata Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, di Pos SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Jumat 11 September 2026.
Sandi yang dikonfirmasi di lokasi yang sama, turut memastikan pelampung yang ditemukan KAL Anyer I-3-64 bukan dari bagian perlengkapan keselamatan kapal yang disewakan untuk membawa tim jurnalis meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Saya tadi sudah dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib, oleh Polairud, saya pastikan (pelampung) bukan milik saya," ujar dia.
Sandi menyampaikan Kapal Arupadhatu 1 telah dilengkapi sejumlah peralatan keselamatan saat berangkat. Peralatan tersebut terdiri atas perlengkapan dengan beragam warna.
"Saya tidak bisa memastikan life jacket, karena warnanya (di masing-masing kapal) beragam, ada biru, merah, tapi itu minimal ada 10, karena life jacket itu kalau milik kita untuk wisata, itu digunakan untuk snorkeling oleh tamu-tamu, jadi, dipastikan lebih dari 10," tuturnya.
Dengan hasil pemeriksaan tersebut, temuan pelampung dalam pencarian hari ketiga belum mengarah pada perlengkapan keselamatan milik Kapal Arupadhatu 1.
Sementara itu, memasuki hari keempat pencarian Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kembali memperluas operasi pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.