Batanghari: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin, Kabupaten Batanghari, Jambi meluas hingga 30 hektare. Tim gabungan langsung mengerahkan helikopter water bombing serta menyiagakan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Kamis 10 September 2026, sebelumnya, operasional helikopter water bombing sempat mengalami kendala akibat pekatnya asap yang membubung tinggi, sehingga menyulitkan petugas dalam mendeteksi keberadaan kepala api di kawasan Tahura.
Selain itu, dua unit truk pemadam milik
TNI Angkatan Darat turut dikerahkan ke lokasi dengan masing-masing mengangkut air sebanyak 4.000 liter.
Hingga kini, upaya pemadaman di lokasi terus dilakukan oleh tim gabungan yang mengerahkan banyak personel serta armada dari unsur. Terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga partisipasi masyarakat setempat. Proses pemadaman di lapangan dihadapkan pada berbagai kendala utama, seperti medan perbukitan, sulitnya akses jalan, minimnya ketersediaan air, serta hembusan angin kencang.
Sementara itu, petugas telah berhasil mengamankan dua orang lansia yang diduga melakukan pembakaran lahan, di Taman Hutan Raya Sultan Thaha Syaifuddin. Kedua lansia itu berinisial T (63) dan AK (65). Keduanya ditangkap saat berada di area hutan konservasi yang tengah terbakar.
Kedua terduga pelaku ini telah diamankan dan akan diserahkan ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak berwenang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang rawan memicu kebakaran besar.