BNPB Ungkap Asap Pekat Diprediksi Masih Selimuti Kalbar, Kalteng, dan Kalsel

Prediksi sebaran polutan BMKG. (Dokumentasi/ BNPB)

BNPB Ungkap Asap Pekat Diprediksi Masih Selimuti Kalbar, Kalteng, dan Kalsel

Silvana Febiari • 10 September 2026 15:50

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan asap pekat masih berpotensi menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wilayahnya meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. 

"Untuk prediksi sebaran polutan hari ini berdasarkan BMKG, di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan merupakan polutan yang kita lihat masih titiknya pekat. Artinya ini bisa sangat tebal asap yang ditemukan di sana," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan dalam konferensi pers, Kamis, 10 September 2026.

Berton mengatakan kondisi serupa masih berpotensi terjadi pada Jumat, 11 September 2026. Namun, kondisi di sejumlah wilayah, terutama Riau, diprediksi mulai lebih cerah.


Penanganan karhutla saat ini terus dilakukan di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

"Secara total, luas lahan yang berhasil dipadamkan kemarin, 9 September 2026, sebesar 421 hektare lebih. Ini tentu kerja keras dari tim Satgas Darat maupun Satgas Udara, di mana tim ini telah bekerja secara luar biasa," ungkap Berton. 


Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menyampaikan perkembangan penanganan bencana karhutla. (Dokumentasi/ BNPB)


Sejumlah wilayah menjadi fokus penanganan karena memiliki potensi penyebaran api yang tinggi. Selain lahan gambut, area di sekitar bandara dan permukiman serta lokasi yang sulit dijangkau dan memiliki keterbatasan sumber air juga menjadi prioritas.

"Operasi terpadu seperti operasi darat maupun operasi udara, OMC, terus dioptimalkan untuk beberapa fokus seperti mengurangi jumlah titik api yang secara aktif dapat ditemukan," ujar Berton.

BNPB juga terus memperkuat penanganan karhutla melalui penebalan personel Satgas Darat serta percepatan mobilisasi sarana dan prasarana pemadaman.

Berton mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah terdampak karhutla, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan. 

(Silvana Febiari)