Seoul: Korea Selatan (Korsel) resmi menetapkan status siaga ekonomi menyusul krisis energi yang kian memanas di Timur Tengah. Perdana Menteri (PM) Kim Min-seok menginstruksikan seluruh jajaran kementerian untuk memperkuat sistem respons preventif untuk menghadapi skenario terburuk.
Pemerintah Korsel kini beralih mode krisis dengan membentuk gugus tugas ekonomi darurat di bawah komando langsung PM Kim. Tim ini akan beroperasi sebagai satu kesatuan lintas kementerian.
Tim tersebut dijadwalkan bertemu dua kali dalam sepekan untuk berkoordinasi merespons terhadap lonjakan harga minyak mentah dunia.
Sebagai negara yang sangat bergantung pada impor energi, Seoul merespons situasi ini dengan menyiapkan anggaran tambahan dengan besaran Won 25 triliun, atau sekitar USD16,67 miliar.
Dana tersebut akan difokuskan untuk meredam dampak kenaikan biaya energi bagi rumah tangga rentan serta menstabilkan rantai pasok nasional. PM Kim menegaskan pengesahan anggaran merupakan sebuah keharusan untuk melindungi perekonomian dari risiko geopolitik yang berkepanjangan.
Selain gugus tugas, sebuah ruang situasi ekonomi darurat terpisah juga akan didirikan di kantor kepresidenan atas arahan Presiden
Lee Jae-myung. Pemerintah berupaya memastikan dukungan fiskal tetap terjaga tanpa memberikan tekanan berlebih pada pasar obligasi negara."