Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, masih terus berlangsung dan berpotensi meluas. Tim gabungan saat ini tengah berjibaku memadamkan titik api baru yang muncul sejak empat hari lalu di kawasan Desa Danau Lamo, Kecamatan Maro Sebo.
Jurnalis Metro TV, Rifda Muthia melaporkan, upaya pemadaman oleh personel gabungan dari TNI, Polri, BNPB, dan pihak swasta ini menghadapi tantangan berat akibat karakteristik medan. Meski api di permukaan tampak sudah padam, bara api masih terus menyala di kedalaman lapisan gambut yang mencapai tiga hingga empat meter. Kondisi ini membuat api sangat rentan menyala kembali saat tertiup angin kencang.
Tantangan terbesar yang dihadapi petugas di lapangan adalah krisis pasokan air. Kekeringan ekstrem yang melanda wilayah Danau Lamo menyebabkan sumber air di sekitar lokasi menyusut drastis.
Para petugas terpaksa menempuh jarak tempuh hingga 10 kilometer hanya untuk mendapatkan pasokan air pemadaman. Situasi ini diperparah dengan minimnya armada yang tersedia. Di lokasi tersebut, tim gabungan hanya didukung oleh satu hingga dua unit truk tangki air.
Minimnya jumlah tangki membuat proses pemadaman terputus saat truk harus kembali mengisi pasokan air. Jeda waktu pengisian yang cukup lama ini sering kali membuat api yang sebelumnya sudah mengecil kembali membesar akibat hembusan angin.
Hingga saat ini, pemerintah setempat mencatat sedikitnya terdapat 50 titik insiden Karhutla yang tersebar di wilayah Kabupaten Muaro Jambi. Penanganan ekstra terus diupayakan agar kebakaran gambut ini tidak semakin meluas.