Para relawan saat memadamkan api di Jalan Parit H Mukhsin, Kabupaten Kubu Raya, pada Selasa (1/9/2026) ANTARA/HO-Sucia Lucinda
Kalbar Masih Dikepung Titik Panas, Ketapang dan Kubu Raya Mendominasi
Lukman Diah Sari • 1 September 2026 16:57
Pontianak: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sebanyak 6.169 titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) hingga 31 Agustus 2026. Sebaran terbanyak berada di Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya.
"Dari jumlah tersebut, sebanyak 284 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi dan dicurigai sebagai titik api. Sebaran tersebut didominasi di Kabupaten Ketapang sebanyak 111 titik dan Kubu Raya sebanyak 42 titik," kata Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar, Daniel, di Kubu Raya, Selasa, melansir Antara.
“Sebab, yang tertangkap oleh satelit bukan hanya api. Pantulan dari benda-benda tertentu juga dapat terbaca sebagai titik panas,” ujar dia.
Daniel menjelaskan sebagian lokasi kebakaran berada di kawasan Area Penggunaan Lain (APL) yang memiliki karakteristik lahan gambut. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman lebih sulit karena api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat hingga lapisan bawah gambut dan kembali muncul meski permukaan terlihat telah padam.
“Kedalaman gambut di Kalimantan Barat dapat mencapai satu hingga delapan meter sehingga penanganannya membutuhkan teknik khusus," jelas dia.

Ilustrasi-Petugas gabungan memadamkan api karhutla di Kawah Wurung Bondowoso, Jawa Timur, Rabu, 26 Agustus 2026. ANTARA/HO-BPBD Bondowoso
Daniel menambahkan, dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat, lebih dari 14 ribu personel dikerahkan dan tersebar di seluruh wilayah. Dia mengungkapkan konsentrasi personel lebih banyak ditempatkan di Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Kayong Utara.
"Karena ketiga wilayah tersebut memiliki luasan lahan terbakar yang cukup besar serta terdapat kawasan gambut," kata dia.