Jakarta: Pemerintah sedang menyiapkan skema baru dalam penyaluran elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi dengan menggunakan data desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Selasa 1 September 2026, langkah itu bertujuan agar subsidi elpiji 3 kilogram lebih tepat sasaran. Rencana itu disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Penataan distribusi elpiji 3 kilogram dilakukan di tengah konsumsi elpiji bersubsidi yang terus meningkat. Kondisi itu menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam menjaga ketepatan sasaran subsidi. Berdasarkan data kementerian ESDM realisasi volume elpiji 3 kilogram pada tahun 2025 mencapai 8,52 juta metrik ton.
Jumlah itu melampaui kuota yang telah ditetapkan dalam
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 8,17 juta metrik ton.
Meski demikian distribusi elpiji 3 kilogram saat ini masih bersifat terbuka. Gas bersubsidi itu masih dapat digunakan masyarakat dari berbagai kelompok. Pemerintah belum menetapkan secara final kelompok desil yang nantinya dapat membeli gas elpiji bersubsidi.