Dua Kapal Perusak AS Nyaris Hancur saat Coba Lintasi Selat Hormuz

14 April 2026 09:06

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran berhasil memukul mundur dua kapal perusak milik Amerika Serikat yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik dan militer antara Teheran dan Washington.

Dua kapal perusak Amerika Serikat yang dipaksa mundur tersebut diidentifikasi sebagai USS Michael Murphy dan USS Frank E Peterson. Berdasarkan laporan, kapal-kapal agresor tersebut memilih untuk menjauh setelah mendapatkan peringatan keras dari pihak Iran saat mencoba melintasi jalur perairan strategis tersebut.

Aksi militer Iran ini merupakan respons langsung terhadap pernyataan Presiden AS, Donald Trump, di akun Truth Social miliknya. Trump sebelumnya mengumumkan niat Angkatan Laut AS untuk memblokade kapal-kapal yang masuk atau keluar dari Selat Hormuz.
 

Baca juga: Iran Ancam Keamanan Pelabuhan Teluk Usai Blokade Laut AS

Menanggapi klaim tersebut, Kepala Angkatan Laut Iran, Laksamana Madya Shahram Irani, menepis ancaman tersebut dengan menyebutnya sebagai hal yang sangat tidak masuk akal dan konyol. Shahram menyatakan bahwa pasukan Angkatan Laut Iran terus memantau dengan cermat setiap pergerakan pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut guna memastikan kedaulatan wilayah mereka.

Ketegangan ini membawa pesan serius dari Teheran. IRGC memperingatkan bahwa setiap langkah keliru yang diambil oleh musuh di Selat Hormuz akan menimbulkan konsekuensi mematikan. Pihak IRGC menegaskan bahwa setiap kapal militer yang berniat mendekati Selat Hormuz tanpa izin akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditangani dengan tindakan tegas.

Di sisi lain, sekutu dekat Amerika Serikat, Inggris, secara terbuka menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam blokade apa pun di Selat Hormuz. Langkah Inggris ini menunjukkan adanya perbedaan sikap di antara negara-negara Barat terkait kebijakan konfrontatif di jalur perdagangan minyak paling vital di dunia tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)