Presiden Bolivia Potong 50% Gajinya dan Kabinet di Tengah Gelombang Protes

26 May 2026 17:36

Presiden Bolivia, Rodrigo Paz, mengumumkan pemotongan gaji sebesar 50 persen untuk dirinya sendiri dan seluruh anggota kabinetnya. Keputusan ini diambil sebagai upaya pemerintah untuk meredakan gelombang protes nasional yang terus meluas dan melumpuhkan stabilitas negara.

Langkah tersebut disampaikan oleh Presiden Paz saat Bolivia memasuki pekan keempat aksi unjuk rasa besar-besaran. Tekanan dari serikat pekerja dan organisasi masyarakat adat dilaporkan telah melumpuhkan La Paz, ibu kota administratif Bolivia, selama beberapa pekan terakhir.
 

Baca juga: Krisis Ekonomi Bolivia Picu Aksi Protes Besar di La Paz, 57 Demonstran Ditangkap

Pengumuman pemotongan gaji ini muncul setelah upaya dialog antara pemerintah dan kelompok demonstran gagal mencapai kesepakatan. Meskipun Rodrigo Paz baru menjabat selama enam bulan, warga yang didukung oleh organisasi Serikat Buruh Bolivia secara masif mendesak sang presiden untuk segera menanggalkan jabatannya.

Aksi protes ini awalnya dipicu oleh sejumlah tuntutan mendasar terkait kesejahteraan hidup warga. Beberapa poin utama yang menjadi tuntutan massa antara lain:
  • Perbaikan taraf hidup dan kesejahteraan umum.
  • Kenaikan upah bagi para pekerja.
  • Penanganan masalah bahan bakar minyak (BBM) yang terkontaminasi yang telah menyebabkan banyak kendaraan warga rusak.
  • Pencabutan undang-undang yang dianggap hanya menguntungkan pihak pebisnis besar.

(Anggie Meidyana)