.,
Indira Pramesti • 25 January 2026 15:20
Banjir masih melanda sebagian wilayah Tangerang, termasuk kawasan Periuk Damai, Tangerang, Banten. Cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang mengguyur Jabodetabek pada Jumat, 23 Januari 2026, menyebabkan air sungai meluap dan merendam permukiman warga.
Pada saat kejadian, ketinggian air mencapai 4 meter. Namun, kini air mulai berangsur surut, meski banjir masih berada di kisaran 3,5 meter dengan ketinggian berbeda di setiap titik akibat tanah permukiman yang tidak sama.
Titik terdalam berada di dekat tanggul yang terhubung dengan aliran kali menuju danau di sekitar kawasan. Sejumlah rumah warga, terutama yang rumahnya hanya satu lantai, masih terendam hampir seluruhnya hingga hanya menyisakan bagian atap. Sementara rumah dua lantai relatif lebih aman.
Banjir ini berdampak pada 286 kepala keluarga, dan sebagian besar dari mereka memilih mengungsi ke masjid dan ruko-ruko di sekitar Periuk Damai. Namun, sejumlah warga masih bertahan di lantai dua rumah mereka.
Tim gabungan TNI dan Polri terus melakukan patroli untuk memastikan keselamatan warga serta menentukan siapa saja yang perlu dievakuasi, khususnya warga yang mulai kehabisan persediaan makanan atau merasa jenuh terjebak di rumah.
Upaya penanganan banjir telah menggunakan empat pompa untuk mengalirkan air dari permukiman ke sungai yang terhubung dengan danau. Akan tetapi, tinggi permukaan air danau yang masih meluap membuat proses penyurutan membutuhkan waktu lebih lama. Adapun, banjir serupa terjadi pada tahun 2021 dan membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk surut, bahkan perlu dua minggu pada lokasi terparahnya.