Iran Klaim Hancurkan Hanggar Drone dan Pusat Komando Amerika

31 March 2026 22:20

Republik Islam Iran meluncurkan gelombang ke-87 serangan rudal dan drone yang menyasar berbagai objek vital milik militer Israel dan Amerika Serikat. Operasi yang diberi sandi Ya Aba Abdillah Al Hussein ini merupakan bagian dari rangkaian besar Operasi True Promise 4.

Serangan ini secara khusus didedikasikan bagi para syuhada, termasuk mendiang Laksamana Muda IRGC Alireza Tangsiri, Yahya Sinwar, Sayyed Hassan Nasrallah, hingga Ali Larijani.

Dalam fase serangan kali ini, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeklaim telah berhasil menghantam pusat komando dan kendali milik Amerika Serikat, termasuk titik-titik persembunyian pilot Angkatan Udara AS. Laporan militer menyebutkan bahwa rudal-rudal Iran berhasil menargetkan lokasi berkumpulnya tentara di lima pangkalan Amerika Serikat di wilayah tersebut.
 

Baca juga:
Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata Segera untuk Akhiri Perang di Timur Tengah

Titik-titik serangan ini dilaporkan memuat lebih dari 200 komandan dan perwira tentara Amerika Serikat. Selain personel, IRGC juga menyatakan berhasil menghancurkan hanggar drone, gudang pendukung senjata, serta fasilitas militer lainnya.

Di wilayah pendudukan Israel, serangan rudal dan drone Iran menjangkau pusat-pusat militer dari wilayah selatan hingga utara. Kota-kota strategis seperti Haifa, Kiryat Shmona, Tel Aviv, Bir Al Sabi, hingga kawasan sensitif di Dimona dilaporkan menjadi sasaran dalam rangkaian gelombang ke-87 ini.

Keberhasilan serangan tersebut didukung oleh pengerahan alutsista mutakhir Iran, yang mencakup rudal balistik jenis Emad, Qiam, dan Khorramshahr 4, serta berbagai jenis drone serang yang digunakan secara efektif untuk menembus pertahanan musuh.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)