Paus Leo XIV serukan gencatan senjata di Timur Tengah. Foto: Anadolu
Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata Segera untuk Akhiri Perang di Timur Tengah
Fajar Nugraha • 31 March 2026 20:05
Vatikan: Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV, mendesak seluruh pihak yang terlibat dalam konflik di Timur Tengah untuk segera menyepakati gencatan senjata dan membuka kembali jalur dialog.
Seruan ini disampaikan menyusul meningkatnya jumlah korban jiwa dan krisis kemanusiaan yang kian memburuk dalam dua pekan terakhir.
Berbicara setelah doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Paus menyoroti penderitaan warga sipil akibat kekerasan yang terjadi.
"Ribuan orang tidak berdosa telah tewas, dan banyak lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka. Saya menyampaikan kedekatan dalam doa bagi semua yang kehilangan orang tercinta dalam serangan yang menghantam sekolah, rumah sakit, dan pemukiman warga," ujarnya, seperti dikutip Anadolu, Senin, 16 Maret 2026.
Paus Leo XIV menegaskan bahwa jalan militer tidak akan pernah membuahkan hasil jangka panjang bagi rakyat di kawasan tersebut.
"Hentikan tembakan! Biarkan jalur dialog dibuka kembali! Kekerasan tidak akan pernah membawa keadilan, stabilitas, dan perdamaian yang dinantikan oleh masyarakat," tegas Paus Leo XIV.
Selain situasi di pusat konflik, Paus mengatakan keprihatinan khusus terhadap Lebanon. Beliau berharap proses dialog dapat membantu otoritas Lebanon dalam menerapkan solusi berkelanjutan guna mengatasi krisis serius yang melanda negara tersebut demi kebaikan seluruh rakyat Lebanon.
Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya sejak 28 Februari lalu, saat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Eskalasi ini memicu reaksi berantai yang melumpuhkan stabilitas kawasan.
Teheran meluncurkan gelombang rudal dan drone ke Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS. Sementara itu, penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah memicu lonjakan biaya pengiriman, asuransi maritim, dan harga minyak dunia secara drastis.
Militer Israel memperluas serangan ke Lebanon sejak 2 Maret sebagai respons atas serangan lintas batas Hezbollah. Hingga saat ini, otoritas mencatat lebih dari 800 orang tewas dan 2.000 lainnya luka-luka di wilayah Lebanon.
Paus Leo XIV memperingatkan bahwa tanpa adanya dialog segera, kawasan tersebut berisiko terjerumus ke dalam jurang kekerasan yang lebih dalam dan mengancam keselamatan jutaan nyawa manusia.
(Kelvin Yurcel)