16 February 2026 21:24
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menghormati penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah (H) oleh Muhammadiyah pada 18 Februari 2026. Meski terdapat perbedaan metodologi, pemerintah menilai keputusan tersebut dapat dipahami secara ilmiah dan fikih.
Kemenag menggunakan metode hisab dan rukyat terintegrasi untuk menentukan awal Ramadan mengacu pada kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Berdasarkan data hisab, ketinggian hilal di seluruh Indonesia masih di bawah ufuk. Kemenag mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi Sidang Isbat yang akan diputuskan pada Selasa, 17 Februari 2026.
| Baca Juga: Apa Itu Hilal dan Mengapa Jadi Acuan Awal Ramadan? Ini Penjelasannya |